Otomotifnet.com - Sebelum memacu kendaraan untuk perjalanan jauh, pemeriksaan cairan mobil adalah ritual wajib.
Mengabaikan hal kecil ini bisa berakibat fatal, mulai dari mesin yang mogok hingga risiko kecelakaan.
4 Cairan Mobil Ini Wajib Dicek Sebelum Pergi Mudik Lebaran
Berikut adalah 4 cairan nyawa mobil yang harus Anda pastikan kondisinya:
1. Minyak Rem
Minyak rem sering kali terlupakan, padahal perannya krusial untuk menghentikan laju kendaraan.
-
Indikator Kampas Rem: Tahukah Anda? Level minyak rem yang menurun bisa menjadi sinyal bahwa kampas rem Anda sudah mulai menipis dan perlu segera diganti.
-
Masa Pakai: Idealnya, minyak rem wajib diganti setiap 3 tahun sekali. Seiring waktu, kualitas minyak rem akan menurun dan kemampuannya menahan panas berkurang, yang berisiko menyebabkan rem "blong".
2. Air Wiper
Kaca depan yang kusam akibat debu atau sisa hujan adalah musuh besar bagi fokus pengemudi.
-
Pembersihan Maksimal: Pastikan tabung air wiper terisi penuh. Anda bisa menambahkan cairan pembersih khusus (wiper fluid) yang tersedia di toko aksesori agar kaca lebih bening.
-
Catatan Penting: Gunakan takaran cairan pembersih sesuai instruksi. Busa yang berlebihan justru dapat meninggalkan residu yang mengganggu pandangan Anda.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Ganti Oli Mesin Pada Mobil Diesel? Ini Kata Pakar
Baca Juga: Inilah Alasannya, Kenapa Air Wiper Mobil Bekas Jangan Pakai Air Sabun
Baca Juga: Sudah Tahu Belum, Ini Arti Dibalik Warna Radiator Bagi Kesehatan Mesin
Baca Juga: Cara Untuk Melihat Spesifikasi Dan Waktu Ganti Minyak Rem kendaraan
3. Air Radiator
Mesin yang bekerja keras selama perjalanan jauh membutuhkan pendinginan maksimal dari radiator.
-
Cara Cek yang Aman: Anda tidak perlu membuka tutup radiator yang panas. Cukup pantau level air pada tabung reservoir. Jika levelnya berada di bawah garis minimum, segera tambahkan air radiator (coolant).
-
Waspada Kebocoran: Jika Anda sering menambah air namun tetap cepat berkurang, segera periksa kondisi karet tutup radiator atau kemungkinan kebocoran pada selang.
4. Oli Mesin
Oli yang kurang akan meningkatkan gesekan antar-komponen mesin, memicu panas berlebih, dan merusak mesin secara permanen.
-
Deteksi via Indikator: Jika lampu indikator oli di speedometer tetap menyala setelah mesin hidup, itu pertanda volume oli bermasalah.
-
Cara Cek Manual (Dipstick):
-
Parkir mobil di tempat yang rata.
-
Nyalakan mesin sejenak, matikan, lalu tunggu sekitar 10 menit agar oli turun kembali.
-
Cabut dipstick, bersihkan ujungnya, lalu masukkan kembali hingga mentok.
-
Cabut lagi dan perhatikan levelnya: Low (Kurang), Normal (Ideal), atau Full (Penuh).
-
-
Penting: Kekurangan oli bikin mesin panas, namun kelebihan oli justru membuat tarikan mesin berat dan boros bahan bakar.