Modifikasi Honda CX500 Eurosport Edition 1982, Motor Ini Menemukan Saya!

Senin, 5 Juni 2017 | 13:27 WIB

Awalnya cafe racer ada di otaknya, tapi waktu coba punya teman, pegal cuy! Akhirnya pilih street tracker buat harian

Ibarat berjodoh, saat Imam Hendarto Sukarno atau yang lebih dikenal dengan Imam Darto ingin main motor custom, bahan langka datang sendiri. Abang sepupunya menghubungi lewat smartphone tentang keberadaan

Tahun pembuatan motor ini 1982. Seumuran sama pemiliknya!

yang mencari majikan baru. “Kan saya bilang, motor ini yang menemukan saya,” bukanya.

“Awalnya enggak ngerti juga, motor apaan itu. Setelah dilihat ternyata unik, mesinnya V-twin tapi miring ke samping, yaudah bayarin,” kekeh mantan penyiar radio yang kini lebih kondang sebagai presenter program ‘The Comment’ di salah satu televisi swasta.

Uniknya lagi, tahun pembuatan ini 1982, “Iya seumuran gue nih,” seru pria yang akrab disapa Darto sambil cari-cari literatur lebih detail. Ternyata ini adalah Honda CX500 Eurosport Edition.

Dari seri CX500 lainnya perbedaanya ada pada bentuk center bone dan bodi aslinya full fairing dengan bentuk kotak-kotak. Karena saat didapat sudah enggak lengkap, proses custom langsung dilanjutkan.

“Waktu dapat customnya jelek banget deh,” bisiknya sambil membawa sendiri CX500 ini ke bengkel Protechnic di kawasan Rempoa, Bintaro, Jaksel. Awalnya cafe racer ada di otaknya, “Tapi waktu coba punya teman, pegal cuy,” tutur Darto yang akhirnya pilih street tracker buat harian.

“Semua komponen gue cari sendiri nih di Ebay, jadi benar-benar yang gue mau,” yakinnya.

Mesinnya V-twin tapi miring ke samping

Sokbreker depan misalnya, ambil copotan Honda CB400 Super Four lengkap dengan kaliper yang saat dipasang langsung klop dengan disc brake bawaan CX500. Sedang peredam kejut belakang pakai Showa full adjustable.

Setang comot punya Harley-Davidson Sportser 48, yang ribet malah cari master remnya.

“Setangnya 1 inci cari yang diameter braketnya sama dan satu set dengan kopling hidrolis, biar enggak pegal,” ungkap Darto yang sejak 2002 sudah aktif sebagai penyiar radio ini.

Tangki dan rangka belakang dicustom oleh Protechnic. Tangkinya dicat dan dihiasi pinstriping garapan Fahmi, Freeflow, Bandung.

“Kalau joknya bikin sendiri, kebetulan Kakak gue punya workshop kulit di Pancoran, gue bikin sendiri aja,” jelasnya.

“Sehari setelah kelar digarap, langsung gue bawa turing ke Jogja. Bersyukur enggak ada trouble sama sekali,” senang Darto sambil menunjukan koleksinya, ada Triumph Bonneville T100, Peugeot Django dan Harley-Davidson Shovelhead custom yang masih digarap oleh kru Flying Piston, Bandung.

Kalau sudah jadi foto lagi ya! “Siap bro,” tutupnya.

Plus: Posisi riding nyaman dan konfigurasi mesin yang unik jadi terekspos
Minus: Kabel-kabel di area center bone berantakan bro, rapiin lagi dong

Data Modifikasi
Setang : HD Sportster 48
Sokbreker depan : Honda CB400
Kaliper : Nissin Honda CB400
Master rem : Aftermarket
Master kopling : Aftermarket
Sokbreker belakang : Showa
Tangki : Custom
Jok : Custom
Subframe : Custom
Ban : Heidenau K60 4.00x18
Protechnic : 021-83836162 

Editor :
loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA