Simple And Clean Honda Civic 1.8 2015

Rabu, 26 Oktober 2016 | 14:36 WIB

Ada sebuah mimpi dari anak muda bernama lengkap Richard Burhan. Pria berusia 19 tahun ini masih berambisi untuk memiliki sedan Eropa seperti BMW M4. Namun apa daya, orang tuanya hanya menawarkan Honda HR-V pada awalnya. Setelah sesampai di showroom Honda, Burhan, sapaan akrabnya malah kepincut dengan Civic hitam ini.

“Punya BMW M4 masih dalam angan-angan karena harga jualnya masih selangit. Yang penting saat ini untuk mobilitas sehari-hari ke kampus ada kendaraan. Dan pesan orang tua, sebisa mungkin jangan dimodifikasi biar nyaman ketika dipakai,” terang mahasiswa jurusan Management di Universitas Pelita Harapan ini.

Meski sudah diwanti oleh kedua ortu agar jangan di-dress up, Burhan kekeuh untuk membuatnya tampil beda. “Saya ngontrak dekat kampus, seminggu sekali baru balik ke rumah ortu. Pernah saya ganti per Tein yang sudah dipotong dan press, hasilnya ceper banget. Ban nyelup ke ruang spakbor. Tapi pas balik ke rumah saya standarin lagi. Takut dimarahin ortu,” ceritanya.

Menyandang status sebagai mahasiswa, Burhan harus putar otak demi memodifikasi tunggangannya. Ubahan yang dilakukan penyematan body kit, ganti velg serta bikin segar bagian interior. Langkah awal adalah mempermanis eksterior dengan body kit add on.

Setelah berselancar dunia maya, Civic di luar negeri sana ada yang mengadopsi body kit Mugen dan Modulo. “Konsep utama modifikasi adalah simple and clean. Makanya setelah browsing Civic di Thailand untuk body kit, lebih tertarik Modulo. Tampilannya lebih manis ketimbang Mugen. Mau sporty masuk, elegan pun masih bisa,” ujar pehobi otomotif ini.

Langsung saja Burhan bertandang ke workshop TriTech di bilangan Meruya, Jakarta Barat, untuk menuangkan hasratnya. Untungnya workshop tersebut pernah mengerjakan body kit Modulo. Jadi tanpa harus membuat ulang, cetakannya sudah tersedia sehingga tanpa memakan waktu lama, body kit sudah bisa tersedia.

“Meski sudah ready, tapi saya waktu pasang nyicil-nyicil. Pertama spoiler belakang dulu. Maklum, mahasiswa harus menabung. Karena jujur, kalau minta ke orang tua, belum tentu dikasih dana untuk dress up. Hehehe,” kekehnya.

Lantas selanjutnya Burhan mengubah nuansa interior menjadi layaknya mobil impiannya, BMW. Makanya jok dan doortrim dilapis ulang dengan bahan sintetis MBtech warna saddle brown, persis sama dengan interior sedan BMW. “Karena belum kesampaian beli sedan Eropa, tapi ada satu yang bisa dituangkan pada interior, biar layaknya serasa di dalam BMW,” tukasnya.

Nah, langkah berikutnya mengganti velg standar dengan kepunyaan replika ADV1. Berhubung sering berselancar di dunia maya, Burhan pun mendapatkan velg seken replika ADV1 berukuran berukuran 18 inci dengan lebar 8 inci (depan) dan 9 inci (belakang). Dan paket velg tersebut sudah termasuk ban Toyo DRB berukuran 225/40R18.

Karena Burhan rajin main ke workshop detailing, dia pun akhirnya ditawarkan coilover keluaran ISC oleh sang owner salon mobil. “Ya, saya beli coilover dalam kondisi seken dari pemilik workshop detailing. Dan untungnya, pelunasan bisa dilakukan dalam beberapa bulan. Tapi jauh dari itu, saya sudah punya tabungan dahulu. Jadi uang tabungan saya terkuras untuk modif mobil ini. Hahaha,” canda mahasiswa semester tiga ini.

Editor : andy
loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA