Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Honda CB150R StreetFire, Garapan ART Bisa Sikat Ninja!

billy - Rabu, 12 Februari 2014 | 16:00 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Jakarta - Pernah iseng lawan Ninja 250 dan menang!” bangga Thomas William Hendrata, pemilik Honda CB150R StreetFire berkelir putih ini membuka pembicaraan. Wuih mantep yak, padahal tampilannya standar, paling cuma knalpot aja tuh yang terlihat ganti.

Eits klaim itu ada benarnya, jika kita amati hasil dyno-nya. Tenaga sudah melonjak 87,5%! Dari 14,4 dk/8.798 rpm jadi 27 dk/12.038 rpm, hampir 2 kali lipat! Angka itu setara Ninja 250R dalam kondisi standar, dengan bobot lebih ringan pantaslah jika CB150R ini berjaban. Pengukuran pakai dynamometer SportDevice milik Astra Motor Racing Team (ART).

Tenaga naik sebanyak itu tentu mesin enggak lagi standar. William yang menjabat sebagai communication & mkt. manager ART, menyerahkan motor pada Ade Rahmat, chief mechanic ART. Jadi motor milik pegawai ART yang digarap mekanik ART nih ceritanya.

No caption
No credit
No caption

Piston pakai CBR600RR, forged berdiameter 67 mm. Gambar kiri bawah adalah bentuk noken as mentah sebelum di modifikasi. Tenaga melonjak 87,5%! Dari 14,4 dk/8.798 rpm jadi 27 dk/12.038 rpm, hampir 2 kali lipat!
Kapasitas mesin sedikit didongkrak setelah aplikasi piston standar Honda CBR600RR, “Diameter 67 mm jenis forged, jadi lebih kuat,” terang Ade. Kapasitas naik jadi 166,3 cc. Blok sedikit dipapas biar rata dengan piston dan rasio kompresi dipatok 11,8:1.

Cylinder head di-porting, klep standar dipadu per klep aftermarket dari Thailand. Yang istimewa kemnya, “Custom dari bahan mentah,” lanjut Ade. Bahannya dari baja KNL K100, dibikin mentah lalu dibubut perlahan hingga profil mendekati standar, kemudian dibentuk sesuai kebutuhan, baru di-hardener.

Profil kem custom ini berdurasi 261° untuk in dan ex 264°, detail enggak dibeberkan, katanya rahasia dapur. Lift mencapai 9,5 mm untuk in dan ex 8,4 mm. Cukup tinggi ya! Tapi yang jelas suara mesin tetap halus seperti standar.

No caption
No credit
No caption

Open filter melayani throttle body yang di-reamer. ECU andalkan Vortex, harganya di atas Rp 7,5 juta!
Blar-blar… Suara knalpotnya cukup menggelegar
Pasokan udara lewat throttle body yang koinnya diperbesar dari 29 mm jadi 30,5 mm. Boks filter dibuang, gantinya filter Uni. Knalpot andalkan leher custom dengan silencer LeoVince.

Untuk mengatur bensin dan pengapian, ECU pakai Vortex, seperti yang biasa dipakai ART. Limiter dipatok hingga 13.000 rpm, peak power tercapai di 12.000-an rpm, jauh di atas standar di kisaran 8.700 rpm.

No caption
No credit
No caption

Tuh tampangnya standar banget kan!

Berikutnya per kopling pakai punya CBR250R yang dipotong satu ulir. Radiator pakai CBR250R biar tetap adem karena sedikit lebih lebar. Habis berapa ya? “Sekitar Rp 16 juta, tapi belum termasuk knalpot LeoVince ya,” imbuh mekanik dari bengkel yang beralamat di Jl. Bambu Apus No. 100, Cipayung, Jaktim ini.

Mau bikin? “Bisa terima asal kerjaan motor balap sedang enggak penuh ya,” tutup Ade. Oke deh! (motor.otomotifnet.com)

Table:
Standar

Tenaga : 14,4 dk/8.798 rpm
Torsi : 12,49 Nm/7.639 rpm 16,36 Nm/11.436 rpm


Upgrade
Tenaga : 27 dk/12.038 rpm
Torsi : 16,36 Nm/11.436 rpm


Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa