Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Yamaha Mio, Podium Dua Kelas Konsisten 7,2 Detik!

billy - Minggu, 22 Juli 2012 | 08:05 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Yamaha Mio yang digeber Wel-Wel ini, terjun di dua kelas. Yaitu, kelas Matic s/d 300 cc dan FFA. Dari dua kelas yang diikuti, Mio ini konstan bermain di catatan waktu terbaik 7,2 detik.

“Sayangnya di kelas FFA, diadu dengan motor sport. Tapi, motor ini jadi satu-satunya matic yang masuk ke podium, meski di urutan ke-5,” sebut Yong Mustofa selaku tunner tim Yong Motor Nano-nano asal Kemayoran, Jakarta Pusat. Begitunya ketika tarung di kelas Matic s/d 300 cc, podium utama yang diinjaknya!

Konsistensi ini tidak terlepas dari seting engine yang dimainkan. Agar bisa bermain di dua kelas itu, tunner dua putri ini menerapkan volume silinder hingga sentuh angka 295 cc.

Pemakaian piston LHK diameter 66 mm diaplikasi buat penggebuk kompresi ruang bakar. Piston diambil yang model forging agar tahan kompresi tinggi. “Karena rasio kompresi bermain di 15 : 1. Cari aman lewat piston forging,” kata Yong.


Tetapi, piston ini tidak dibiarkan standar. Tinggi dome piston diukur dari bibir piston menjadi 2,5 mm. Kubah piston pun diseting punya kemiringan 9º. Karena piston ini punya material lebih kuat dari piston casting. Maka itu, tunner ramah ini pun melakukan peringanan bobot piston.

Selain bertujuan membuat jalur tambahan untuk oli antara piston dan linner, ringannya bobot juga agar rpm mampu berkitir lebih tinggi. “Bagian dalam juga ikut dipapas dan dicoak pakai bor tunner. Mungkin bobot berkurang hingga 20-30 gram,” sebutnya.

Usai bermain piston, Yong lakukan penggantian kruk as. Pakai kruk as aftermarket dari Thailand, dipilih yang sudah usung panjang stroke 86 mm. Dikombinasi piston 66 mm, maka ketemu angka 295 cc.

Tapi, buat pakai kruk as ini, ada penyesuaian yang dilakukan. Karena setang seher aplikasi milik Suzuki K125 yang juga asal Thailand. Setang piston ini miliki motor 2-tak. Maka itu, aplikasi laher bambu. Tetapi oleh Yong, laher bambu dilepas dan diganti bushing. “Bikin bushing baru dengan diameter luar 20 mm dan diameter dalam 16 mm sesuai pen piston LHK,” tambah tunner 30 tahun itu.

Besarnya langkah dan diameter ruang bakar, Yong mengimbangi dengan pemakaian klep besar. Buat klep in ambil milik SPS dengan diameter payung 34 mm. Sedang klep ex, pakai milik Kawasaki 450 cc. “Namanya lupa Kawasaki apa. Tapi, motor itu 450 cc dan punya diameter batang 4,5 mm,” tutupnya.

Oke deh!.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI

Ban depan   : Eat My Dust 50/90-17
Ban belakang: Corsa 60/80-17
Karburator    : Keihin PE 28 reamer 33 mm
CDI    : Zepco 5MY
Yong Motor   : (021) 91272845

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa