Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Harley-Davidson Fat Boy, Daya Jelajah Jauh

billy - Selasa, 12 Juli 2011 | 08:08 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Nggak  rugi kan kalau satu paragraf kita kenalan dikit Club CosaNostra? Yap, klub berbasis Harley-Davidson (H-D) ini  mengkhususkan diri pada customized. Anggotanya diarahkan mengcustom motor sesuai taste masing-masing. Nggak heran kalau mereka langganan jawara custom di berbagai event. Malah beberapa anggotanya juga builder beken, semisal Dodi Chrome (Jakarta) atau Sinyo (Bandung).

Orang yang terakhir ini yang jadi biang kerok berubahnya tampilan H-D Fatboy milik Lesmana ‘Didit’ Adihia  jadi lebih slim, simple dan mendekati desain bobber. Melihat langsung tampilan motornya memang jauh dari standar Fat Boy.  Sampeyan tentu pernah nonton film Terminator-nya Arnold Scwazenegger? Si robot dari masa depan ini pede naik Fat Boy yang serba besar dan garang.

Ban depan-belakang gendut, tangki besar untuk keperluan daya jelajah jauh, sepatbor fulldressed, setang bullhorned dan lampu depan khas desain big twin yang megah dan besar. “Kami sepakat untuk membuatnya lebih simpel,” jelas Didit.
   
Sinyo langsung menangkap taste rekan se-klubnya ini. Sasis utama sama sekali enggak diubah. Ia membiarkan asli Fat Boy yang sangat recommended dicustom. Konstruksinya Softail hingga pas untuk dimodif bobber yang memang  memiliki  roh ol skool (baca boks). “Nggak cuma sasis, mesin, girboks, kaliper rem juga bawaan motor,” jelas Didit lagi.

Olah karsa dan taste antara owner dan builder menghasilkan sinergi yang apik. Arah bobbers memang menekankan simplisitas. Prinsip meminimalisir lelaku bolt-on langsung dijabarkan oleh mereka. Tangki dan tutup tangki handmade termasuk sepatbor depan belakang.

Jok dibuat single sitter model klasik ala sadel dengan desain yang enggakkelewat gede. Setang dipilih ala baby ape hanger  demi estetika juga kemudahan handling. Rake standar yang diterapkan motor ini membuatnya lebih fleksibel lagi menaklukan kemacetan Bandung yang semakin ekstrem.
   
Setelah ‘bangunan’ utama terbentuk barulah mereka konsen soal detail. Kata pemiliknya,  bobber yang dituju wajib diberikan sentuhan hot rod. ”Sedikit di desain knalpot,” tunjuk Didit.

Pilihan ini dinilai serasi, nuansa jadul khas motoris bobber di bawah tahun 60-an, mengharuskan mereka memilik ban yang tepat. “Paling masuk akal pilihan ban klasik merek Coker 500-16 depan-belakang dengan pola kembang yang menunjang.  Nice ride!  


Bobber

Rakyat biker banyak mengira kalau desain bobber terpatok di ban gendut depan-belakang. Anggapan ini enggak sepenuhnya benar. Bobber bukanlah terpatok pada ban tapi lebih  pada gaya desain dan perkembangan modifikasi sebelum choppers.
   
Paling spesifik dari bobber adalah customized yang rombakannya tak se-ekstrem choppers yang merombak bagian motor paling fundamental yakni sasis. Untuk bobbermania, sasis masih dibiarkan standar. Mereka hannya membob beberapa bagian seperti rombakan di sepatbor, penggantian tangki juga roda depan-belakang. Bobber pada dasarnya menjadikan motor lebih terondol, rem masih  drum brake, tangki peanuts atau mustang dan lazim digunakan untuk motor yang memang dipakai harian.

Terbukti jauh lebih simpel ketimbang choppers!

 DATA MODIFIKASI
Karbu: S&S Super E
Beltl : Open Belt Primo USA
Handgrip & Knalpot: by Sinyo Edan Custom
Builder: Sinyo Edan Custom :0813-2221-6078
Cat dan stripping: Fahmi Freeflow
 

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa