Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Pasang Collar Bearing Roda, Trik Usir Seret Akibat Gesekan

Editor - Senin, 24 Mei 2010 | 06:30 WIB
No caption
No credit
No caption

OTOMOTIFNET - Salah satu cara bikin tampilan motor lebih menarik, mengganti pelek jari-jari pakai model palang atau sering disebut pelek racing. Materialnya pun diyakini lebih kuat.

Tapi enggak bisa maen pasang. Seperti dialami Yamaha Scorpio 2009 milik Dendi Julkarnain, warga Beji, Depok, Jabar. Gara-gara asal pasang, putaran roda Scopie-nya malah jadi seret. Lha, kok bisa? 

No caption
No credit
No caption

Gbr 1
No caption
No credit
No caption

Gbr 2
No caption
No credit
No caption

Gbr 3
No caption
No credit
No caption

Gbr 4

Setelah dicek, penyebabnya collar alias bos (gbr.1). Rupanya bos roda bawaan pelek racing depan maupun belakang lebih pendek 2 mm dari coolar asli (gbr.2). Selain itu, diameternya lebih tepis 1 mm (gbr.3). Nah, yang bikin putaran roda jadi serat, gara-gara laher roda dan collar saling bergesekan.

“Seharusnya collar itu kudu renggang terhadap laher. Kejadian kedua komponen itu jadi bergesekan, biasanya saat as roda dikencangkan,” jelas Bimo Hartanto, mekanik Scorpio Riders Margonda Comunity (SRMC) di Jl. Tanah Baru No.6, Beji, Depok.

Kata Bimo, lebih baiknya kalo mau pasang pelek racing, collarnya mesti tetap pakai yang orisinal bawaan motor. Sebab dari diameter dan panjangnya lebih pas. “Oh iya, bearing juga sebaiknya ganti baru, biar lebih sip,” sarannya.

Namun bila collar orisinal sudah aus, disarankan ganti baru juga. Harganya sekitar Rp 75 ribu per set. Oke, sekarang coba kita praktikkan saja cara pengambilan collar asli bawaan motor untuk dipasang ke pelek palang yang hendak diaplikasi. Dimulai dari bagian depan. 

No caption
No credit
No caption

Gbr 5

Gbr 6

Siapkan kunci-kunci yang dibutuhkan; ring ukuran 17 mm dan 19 mm serta kunci T-10 mm plus palu atau martil. Pertama, lepas mur pengancing as roda pakai kunci 19 mm sembari menahan kepala as roda kunci 17 mm (gbr.4). Lalu tarik keluar as rodanya agar pelek bisa dilepas dari sokbreker depan.

Setelah itu, lepas girboks spidometer serta bos rodanya dan kemudian tanggalkan laher roda lama dengan mendorongnya pakai gagang kunci T sembari ketok palu (gbr.5). “Ngetoknya perlahan-lahan saja, jangan terlalu kencang untuk menghindari rumah laher di tromol aus,” wanti ayah dua anak ini.

Usai salah satu bearing lepas, baru deh keluarkan collar bagian dalam dengan cukup meraihnya pakai jari tangan (gbr.6). Selanjutnya pasang collar ori di pelek racing yang mau dipakai dengan cara kebalikan dari proses membongkar seperti dilakukan pada pelek asli. Untuk pelek belakang prosesnya tak jauh beda kok.

Penulis/Foto: Jotos / Jotos

Editor : Editor

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa