Ambisi Marco Simoncelli untuk meraih kemenangan pertamanya di MotoGP, memang semakin membuncah. Setelah gagal mengamankan podium pertama di MotoGP Spanyol (5/6) di sirkuit Catalunya lalu, ia kembali akan mencoba peruntungannya di MotoGP Belanda (25/6) dengan mengawali start dari posisi pole besok.
Lalu bagaimana dengan peluang kemenangannya untuk MotoGP Belanda? Tentunya cukup besar, jika performanya seperti yang diperlihatkan pada sesi QTT ditambah kondisi sirkuit yang normal. Selain itu, Simoncelli juga bertekad untuk lebih dewasa dalam bersikap saat balapan.
Tapi juara dunia GP 250 cc tahun 2008 itu patut mewaspadai Ben Spies. Ambisi pembalap asal Amerika ini juga tidak kalah hebatnya dari ambisi Simoncelli. Spies bahkan didaulat jadi salah satu pembalap yang patut diwaspadai jika memang ia merasa percaya diri dengan setting motornya.
Nah, pada rangkaian perayaan 50 tahun kiprah Yamaha di balap motor Grand Prix, Spies tentunya ingin memberikan hasil yang terbaik bagi timnya itu. Tapi dengan catatan, bisa tampil konsisten dan tidak melakukan kesalahan yang tidak penting. Agar Spies bisa bertarung dengan Simoncelli untuk meraih kemenangan.
Tapi jangan anggap enteng Casey Stoner yang mengawali balapan dari posisi ketiga dan Jorge Lorenzo yang start posisi keempat. Dari sisi mental, kedua juara dunia MotoGP ini sudah terbukti ampuh saat balapan dimulai. Mereka selalu berhasil memaksa rival-rivalnya untuk disalip dan finish di belakang mereka. Sayangnya di sesi kualifikasi, Stoner dan Lorenzo tidak bisa memaksimalkan performa terbaik motor mereka. (otosport.co.id)
KOMENTAR