Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Dengan Melihat Telapak Ban, Bisa Terbaca Fungsinya

Editor - Sabtu, 14 Desember 1901 | 03:53 WIB
No caption
No credit
No caption

OTOMOTIFNET - Ketika memilih ban mobil yang terbaik, sering kali kita dipusingkan banyaknya pilihan groove atau alur telapak ban. Bukan hanya untuk gaya-gayaan, tapi telapak ban juga memiliki pengaruh sangat besar pada kemampuannya mencengkram aspal. Berdasarkan desain  telapaknya, ban mobil bisa dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan fungsinya. Apa aja ya?
 

No caption
No credit
No caption

Symetric / Uni directional

Ban symetric merupakan ban yang bisa dipakai bolak-balik. Tidak masalah jika bagian luar atau dalam ban dipasang terbalik.

Sampai saat ini ban symetric paling banyak dipakai. GT Radial sebagai salah satu merek ban tanah air punya beberapa tipe ban symetric diantaranya Champiro BXT dan Champiro 75.

Salah satu keunggulannya adalah kita tidak perlu dipusingkan dengan arah pasang ban. Tentunya ini memudahkan rotasi ban yang sering dilakukan secara berkala.

Ban symetric ini juga paling sering dipakai untuk ban serep secara universal. Tapi sayang, performannya tidak sebaik directional dan asymetric.

Karena kalau benar-benar diperhatikan, ada alur di tengah ban yang menjadi pemisah antara kembang kiri dan kanan. Dan kedua kembang kiri dan kanan tadi memiliki bentuk yang sama persis meski posisinya dibolak balik. Umumnya ban jenis ini dipakai pada kendaraan-kendaraan penumpang dan komersial.
 

No caption
No credit
No caption

Directional

Menandakan ban tipe directional sangat mudah. Pertama, kembangan tapak biasanya berbentuk arah panah.

Selain itu, dari berbagai macam keterangan di dinding ban juga bisa menjadi indikator. Pada ban directional biasanya terdapat tanda panah arah putaran ban dan masih ditambah dengan tulisan “rotation”.

Bedanya dengan ban symetric adalah ban ini tetap bisa ditukar pakai di semua roda tapi haram untuk dipasang terbalik.

Pada ban directional, biasanya antar alur pada sisi kanan dan kiri tapaknya memiliki jarak yang sama. Tapaknya, antara sisi luar dan dalam juga memiliki bentuk yang sama.

Salah satu contoh ban directoral adalah GT Radial Champiro HPX. Ban ini dipercaya mampu memberikan stabilitas dan control yang baik di kecepatan tinggi dari pada ban uni directorial.
 

Asymmetric

Pada ban asymetric, jarak antarkembang bisa berbeda-beda. Di tapak juga sangat terlihat perbedaannya antara sisi yang luar dan dalam.

Kalau dulu ban model ini banyak dipakai untuk balap, sekarang untuk harian juga sudah mulai banyak yang memproduksi. Salah satunya GT Radial Champiro HPY dan Champiro BAX yang dijual bebas untuk penggunaan sehari-hari.

Salah satu tanda ban asymetric dilihat dari dinding ban. Terdapat tulisan “inside” dan “outside”. Artinya ban ini tidak bisa dibolak-balik, misalnya sisi inside justru dipasang di bagian luar.

Tapi ban asymetric dengan tulisan outside atau inside tetap bisa dipasang baik di kiri ataupun kanan mobil. Dan ban serepnya juga menjadi fleksibel bisa dipasang di bagian kiri atau kanan asal sisi outside dipasang menghadap keluar. 

Tujuan pembuatan ban asymetric ini tentunya agar mampu mengakomodir kebutuhan di segala medan. “Ketika basah dan kering hasil cengkeraman ban bisa maksimal,” ungkap Adang Apandi, Manager-Product Technical, PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban GT Radial dan IRC.

Kegunaan maksimal ketika trek basah dan kering ditentukan dari alur yang ada. Pada alur di sisi dalam akan berguna memberikan traksi lebih dan memaksimalkan pengereman di permukaan jalan basah. Sedang pada sisi luar berguna memberikan stabilitas dan handling baik di jalan lurus atau saat berbelok/cornering.


Lalu bagaimana kalau sampai nekat bagian outside di taruh menghadap ke dalam? “Maka beberapa konsekuensi harus didapat. Seperti suara ban lebih dengung, buangan air ketika hujan juga jadi tak maksimal,” jelas Adang yang kerap jadi pembicara diacara safety driving ini.

Penulis/Foto : Popo/GT Radial

Editor : Editor

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa