Mazda CX-3 Jadi Ancaman Serius Honda HR-V

andy - Selasa, 13 September 2016 | 11:55 WIB

Sebenarnya sudah lebih dari setahun rumor tentang Mazda CX-3 akan hadir di Indonesia. Tapi PT Mazda Motor Indonesia (MMI) tak kunjung menerbitkan kendati fanatis SUV – dan penyuka Mazda cukup antusias membicarakannya.

Namun titik terang muncul seiring undangan PT MMI dalam event “Mazda SKYACTIV ASEAN Caravan” (26-29/6). Di perhelatan ini kami merasakan pengendaraan Mazda CX-3 dengan rute yang tak tanggung-tanggung, melintas di perjalanan jarak jauh di tiga negara: Thailand, Laos hingga Vietnam.

Jika Anda sudah terbiasa dengan paras lini produk Mazda kontemporer, menyaksikan CX-3 bisa jadi tak merasa terlalu impresif. Tampangnya mirip 2 si hatchback, pun dengan bodi samping hingga belakang yang relatif serupa. Tak heran karena memang CX-3 sejatinya berbagi platform dengan Mazda2 Hatchback.

Bedanya ada pada keberadaan overfender, sideskirt, dan velg yang didesain dengan citarasa macho khas SUV. Begitu juga dengan desain fascia, garis bahu, serta kaca di pilar C dan D yang memberi impresi SUV. Sedangkan ground clearance diset lebih tinggi dari 2 demi fleksibilitas melaju di medan lebih beragam.

Mirip di luar, mirip pula di dalam. Dasbor, kemudi, door trim, hingga jok bisa dibilang sama dengan 2. Untuk bagian yang satu ini bisa menjadi sebuah kabar baik karena kami suka dengan desain dan kualitas material yang digunakan Mazda. Fancy, namun tetap mewah.

Masalah muncul ketika membicarakan akomodasi. Seperti Mazda2 Hatchback, legroom dan headroom CX-3 relatif terbatas. Ini akan menyulitkan CX-3 jika nanti beradu langsung dengan Honda HR-V. Karena SUV Honda itu lebih lapang dan pada akhirnya lebih nyaman untuk perjalanan jauh.

Kini saatnya kami merasakan impresi berkendara Compact SUV Mazda itu. Dengan posisi duduk yang sungguh ergonomis, kami menekan tombol start mesin. Bukan unit 1.500 cc seperti Mazda2 Hatchback yang menjadi basis platform-nya, CX-3 justru dibekali oleh Mazda mesin SKYACTIV-G berkapasitas 2.000 cc. Benar, mesin ini bahkan lebih besar dari milik HR-V 1.800 cc dan jelas pula lebih bertenaga.

Output mencapai 147 dk dan menjadi yang paling bertenaga di kelasnya. Di Indonesia, HR-V 1.800 cc pun ‘hanya’ merilis 139 dk. Sementara penantang lain di kelas SUV kompak seperti Nissan Juke, Chevrolet Trax, Renault Duster, Toyota Rush dan Daihatsu Terios berada di rentang tenaga maksimum 109-120 dk. Hanya Mitsubishi Outlander Sport yang sama-sama bermesin 2.000 cc saja memiliki tenaga lebih besar (150 dk).

Itu sebab soal melaju di jalan, CX-3 sungguh nikmat. Rute dari Bangkok menuju Nakhorn Phanom yang lebar, lurus, dan panjang membuat CX-3 leluasa menunjukkan potensinya.

Terlebih tenaga besar itu disalurkan via girboks reaktif 6-percepatan otomatis. Tidak seperti HR-V yang memakai CVT, entakan tenaga di CX-3 lebih intens saat pedal gas diinjak dalam. Ini jelas meningkatkan aspek fun to drive.Dimensi kompak dengan tenaga mesin seperkasa itu, kami yakin tak sulit bagi CX-3 berakselerasi 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 10 detik.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : andy

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa