Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Mengenal Istilah Piston Casting dan Forging, Beda Cara Pembuatannya

Irsyaad Wijaya - Selasa, 15 Januari 2019 | 21:00 WIB
Perbedaan Piston Casting dan Forged
Motorplus
Perbedaan Piston Casting dan Forged

Otomotifnet.com - Piston motor ternyata ada istilah casting dan forged.

Perbedaan keduanya ternyata dari proses pembuatannya.

Berdasarkan dokumen Otomotifnet, piston casting cara pembuatannya dicor.

Baca Juga : Nih, Proses Pembuatan Cast Piston dan Forging Piston

Material alumunium dipanaskan pada suhu tinggi hingga cair.

Kemudian cairan tersebut dituang ke dalam moulding (cetakan) berbentuk piston.

Selanjutnya melewati beberapa proses machining dan treatment.

(Baca Juga : Canggih! Piston Honda NR750 Berbentuk Oval, Satu Silinder Telan 8 Klep)

Pada proses pembuatan piston jenis ini berisiko terjadi gelembung udara di dalam materialnya.

Selanjutnya, mesti dilakukan penyuntikan gas untuk membuang gelembung udara. Makanya tidak jarang terjadi reject.

(Baca Juga : Spesial Banget, Tiap 50 Jam Seher Trail SE Wajib Ganti Baru)

Berbeda dengan jenis forging atau yang sering kita dengar dengan istilah forged piston.

Kalau diartikan secara harfiah adalah piston tempa.

Dibuat dengan cara proses tempa, yaitu logam dipanaskan sampai suhu tertentu, kemudian ditempa. Imagenya mirip seperti pembuatan samurai atau keris.

Tapi, baik jenis casting ataupun forging, bahan dasarnya sama pakai alumunium alloy.

(Baca Juga : Vespa 2-Tak Makin Nendang, Piston Pakai RX-King, Ninja RR Atau Mobil Suzuki)

Perbedaannya di bentuk material dasar pembuatan piston.

Untuk casting biasanya menggunakan alumunium alloy bar atau alumunium batangan.

Sedangkan forging piston menggunakan alumunium alloy solid atau berbentuk silinder.

Menurut Agus lagi, meski sama-sama menggunakan alumunium alloy, jenis alumunium yang digunakan biasanya berbeda.

(Baca Juga : Ini Alasan Piston 62 mm Jadi Andalan Buat Bore Up Yamaha NMAX)

Kalau buatan PT Federal Izumi Mfg (FIM), untuk jenis grafity casting pakai material AC8A.

Sedangkan forged pistonnya pakai 4032 yang lebih tahan panas.

Kalau produk non FIM umumnya pakai material 2618 yang cenderung lebih cepat panas.

Di FIM sendiri tim riset diberi kebebasan untuk melakukan pengembanga sehingga dicapai hasil terbaik.

Mulai dari teknik pembuatan, material dan sebagainya.

 

 

 

 

Editor : Iday
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa