Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Honda ADV150 Makin Ngacir, Tanpa Sentuh Mesin, Main Koil Hingga Pulley

Panji Nugraha - Sabtu, 25 Januari 2020 | 08:00 WIB
Honda ADV150 Makin Ngacir
Ine/Otomotifnet.com
Honda ADV150 Makin Ngacir

 

Otomotifnet.com - Kondisi Ibu Kota yang dipenuhi dengan kemacetan, menuntut pola berkendara yang harus rajin stop and go, sesuatu yang kurang menyenangkan bagi pengguna Honda ADV150.

“Akselerasi awalnya kurang responsif, mencapai kecepatan 60-70 km per jam rasanya berat!” tutur Albizar, pengguna ADV150 asal Pamulang, Tangsel.

Eits tapi tenang, karena ada solusinya! Ultraspeed Racing (USR) punya paket upgrade part khususnya buat area CVT (Continuous Variable Transmission).

Apa saja part yang diganti dengan biaya Rp 2,170 juta dan bagaimana hasilnya? Simak ulasannya berikut ini. Fariz

(Baca Juga: Honda ADV150 Pakai Fitur Lampu Tembak, Saklar V-Ixion, Pulsar Sampai CRF150 Bisa Dipilih)

PULLEY + ROLLER

Jalur roller lebih landai dan tinggi (hitam) dibanding pulley standar (putih)
Ine/Otomotifnet.com
Jalur roller lebih landai dan tinggi (hitam) dibanding pulley standar (putih)

Area CVT atau drive pulley berikut rumah roller serta roller semuanya diganti. Bobot roller yang awalnya 20 gram diturunkan jadi 14 gram saja.

“Ini untuk kejar putaran bawah. Bobot roller ini juga disesuaikan dengan karakter dan bobot pengendaranya, jadi kalau rider-nya berat bisa pakai roller lebih ringan lagi,” sebut Teguh, Digital Marketing, USR.

Roller 20 gram diganti jadi 14 gram, tapi berat roller ini tergantung bobot pengendara
Ine/Otomotifnet.com
Roller 20 gram diganti jadi 14 gram, tapi berat roller ini tergantung bobot pengendara

Untuk pulley punya bobot yang lebih ringan dibanding bawaan ADV150.

“Karena bahannya beda dengan yang standar, kemiringan pulley kipas dengan rumah roller 13,8°. Jalur roller juga lebih landai dan tinggi dibanding standarnya,"

"Makanya ditambah ring di as pulley agar posisi v-belt lebih turun sehingga tarikan lebih enak,” lanjut Teguh.

KAMPAS & MANGKOK KOPLING

Di bagian belakang ada kampas kopling dengan mangkok kopling yang juga diganti menggunakan produk USR.

“Kampas kopling lebih panjang sekitar 1 cm dengan bahan lebih keras dibanding standar ADV150,” ucap Teguh.

Kampas kopling milik USR 1 cm lebih panjang dan lebih keras
Ine/Otomotifnet.com
Kampas kopling milik USR 1 cm lebih panjang dan lebih keras

“Agar makin mencengkeram, dipadu dengan mangkok kampas kopling yang bergerigi atau kasar,” jelas Teguh yang ngepos di Jl. Daan Mogot KM. 11 No.6, Kedaung Kali Angke, JakBar.

Lalu per CVT diganti dengan yang lebih keras, spesifikasinya 1.500 rpm berkelir kuning.

Mangkok kopling punya tapak kasar bergerigi untuk meminimalisir selip, mangkok juga bolong-bolong untuk membuang debu sisa kampas
Ine/Otomotifnet.com
Mangkok kopling punya tapak kasar bergerigi untuk meminimalisir selip, mangkok juga bolong-bolong untuk membuang debu sisa kampas

“Ini untuk menjaga akselerasi di putaran atas. Karena kalau per CVT keras nantinya posisi v-belt gak cepat turun, jadi tenaganya gak hilang,” sambungnya.

KOIL

Bergeser dikit ke area mesin, pengapian sedikit dimaksimalkan menggunakan Blue Koil USR yang merupakan koil universal untuk motor injeksi.

“Keunggulannya punya percikan api busi lebih besar. Sehingga pembakaran di ruang bakar bisa terbakar lebih optimal dan akselerasi responsif,"

Pengapian lebih disempurnakan menggunakan Blue Koil USR, harganya Rp 450 ribu saja
Ine/Otomotifnet.com
Pengapian lebih disempurnakan menggunakan Blue Koil USR, harganya Rp 450 ribu saja

"Selain itu juga membuat bahan bakar lebih efisien,” rinci pengendara Yamaha Soul GT ini.

HASIL

Sebelumnya, Honda ADV150 ini terlebih dulu dites akselerasinya menggunakan Racelogic buat patokan sebelum CVT di-upgrade.

Oiya knalpotnya sudah ganti menggunakan produk ProSpeed. Baru kemudian setelah paketan di atas dipasang, kembali digas untuk melihat perbedaan performanya

Perbedaan paling terasa ada di pengetesan kecepatan 0-80 km/j, sebelumnya butuh waktu 9,6 detik sedangkan setelah di-upgrade menjadi 8,4 detik saja.

Itu berarti ada perbedaan sebanyak 1,2 detik. “Sekarang jadi lebih responsif, enak!” puas Albizar.

Namun top speed jadi berkurang, yang awalnya di spidometer menunjukan 116 km/j kini menjadi 110 km/j saja.

“Untuk spek mesin standar pasti ada yang gak didapat. Misal mau tarikan bawah responsif atasnya berkurang, kalau main atas bawahnya lemot,"

"Kalau mau enak semuanya perlu dikombinasi dengan bore up,” tutup Teguh.

Data lengkap bisa dilihat di tabel.

Ultraspeed Racing: 0821-1285-8080

 Data akselerasi

  Standar Upgrade CVT
0-60 km/j 5 detik  4,5 detik
0-80 km/j 9,6 detik 8,4 detik
0-100 km/j 18 detik 17,7 detik
0-100 meter 7,5 detik (@70.3 km/j) 7,3 detik (@75,8 km/j)
0-201 meter 12,1 detik (@86,1 km/j) 11,6 detik(@91,1 km/j)
0-402 meter 19,7 detik (@102,1 km/j) 19,1 detik(@101,6 km/j)
Top speed spidometer 116 km/j 110 km/j
Top speed Racelogic 109 km/j  102,8 km/j

 

                           

            

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa