Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Investasi Manufaktur Moncer Saat Pandemi Covid-19, Naik 44 Persen

Harryt MR - Selasa, 28 April 2020 | 14:15 WIB
Investasi industri manufaktur triwulan I 2020 menunjukkan angka positif di tengah pandemi Covid-19. Sepanjang tiga bulan pertama 2020, total penanaman modal sektor manufaktur di tanah air menyentuh angka Rp 64 triliun
Kemenperin
Investasi industri manufaktur triwulan I 2020 menunjukkan angka positif di tengah pandemi Covid-19. Sepanjang tiga bulan pertama 2020, total penanaman modal sektor manufaktur di tanah air menyentuh angka Rp 64 triliun

Otomotifnet.com - Investasi industri manufaktur triwulan I 2020 masih moncer saat tekanan akibat pandemi Covid-19. Trennya menunjukkan angka positif. 

Sepanjang tiga bulan pertama 2020, total penanaman modal sektor manufaktur di tanah air menyentuh angka Rp 64 triliun.

Angka tersebut naik 44,7% dibanding capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 44,2 triliun.

“Pada kuartal I 2020, nilai investasi industri manufaktur memberikan kontribusi yang signifikan, hingga 30,4% dari total investasi keseluruhan sektor Rp 210,7 triliun,” sebut Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.

Baca Juga: Penjualan Kendaraan Merosot, Segini Potensi Kerugian Industri Otomotif Akibat Corona

Rinciannya yaitu berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 19,8 triliun serta Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 44,2 triliun.

Sumbangsih tersebut melonjak dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu, yakni PMDN sekitar Rp 16,1 triliun dan PMA (Rp 28,1 triliun).

Menperin Agus menegaskan, pihaknya fokus untuk terus berupaya mendorong agar industri manufaktur tetap bergerak dalam memacu roda perekonomian nasional

Adapun sektor-sektor manufaktur yang menyetor nilai investasi secara signifikan pada kuartal I-2020, antara lain industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 24,54 triliun.

Diikuti industri makanan (Rp 11,61 triliun), industri kimia dan farmasi (Rp 9,83 triliun), industri mineral non logam (Rp 4,34 triliun), serta industri karet dan plastik (Rp 3,03 triliun).

 

Selanjutnya, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain (Rp 2,14 triliun), industri kertas dan percetakan sebesar Rp 2,99 triliun, serta industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam (Rp 1,99 triliun).

 

 

 

Editor : Toncil

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa