Ganti Oli Gardan, Perhatikan Teknologinya, Jangan Asal Pakai Oli!

Rindra Pradipta,Andhika Arthawijaya - Senin, 3 Agustus 2020 | 23:00 WIB
Ilsutrasi gardan mobil 4x4
Dok. OTOMOTIF
Ilsutrasi gardan mobil 4x4

Otomotifnet.com - Untuk mobil berpenggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD), transmisinya pasti berhubungan dengan gardan atau final gear.

Di dalam gardan ini  ada pelumasnya, yang lazimnya punya tingkat kekentalan lebih tinggi dibanding oli griboks.

Biasanya, penggantian oli gardan dilakukan bersamaan dengan oli transmisi, yakni setiap 10.000 - 20.000 km, atau 2-3 kali penggantian oli mesin.

Nah, hal penting yang harus diperhatikan saat mengganti oli gardan, adalah jangan hanya berpatokan pada tingkat kekentalannya saja.

Baca Juga: Oli Dengan SAE 0W-20 Tidak Cocok Untuk Iklim Tropis Indonesia?

Untuk mobil yang gardannya menggunakan LSD, harus menggunakan oli khusus
Dok. OTOMOTIF
Untuk mobil yang gardannya menggunakan LSD, harus menggunakan oli khusus

Seperti diketahui, kebanyakan oli gardan mobil RWD, punya tingkat kekentalan atau SAE di angka 80-90.

Tapi ini berbeda bila gardannya menggunakan LSD (Limited Slip Diferential), seperti Mitsubishi Pajero Sport 4x4 dan Toyota Fortuner 4x4 VNTurbo generasi sebelum All New.

“Tidak bisa menggunakan oli yang sama dengan garden konvensional. Harus menggunakan oli yang spesifikasinya khusus untuk gardan LSD,” tukas Reza Kamal, off-roader dari tim Nalakta di Banten.

Kalau pakai oli gardan biasa, lanjut Kemal, bisa membuat sistem LSD-nya tidak berkerja, lantaran nyangkut.

Waduhhh.. jangan sampai salah oli garden ya sob!

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Andhika Arthawijaya
Sumber : Tabloid OTOMOTIF

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa