Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Bubut Pulley Matik Bikin Motor Lebih Kencang? Ini Hasil Pengetesannya

Fariz Ibrahim - Senin, 15 Maret 2021 | 13:15 WIB
Pengujian pulley bubutan di Yamaha FreeGo di atas mesin dyno Mainline Dynolog milik Farm Tuning
Fariz/otomotifnet.com
Pengujian pulley bubutan di Yamaha FreeGo di atas mesin dyno Mainline Dynolog milik Farm Tuning

“Putaran bawah jadi lebih cepat emang iya, karena pulley jadi gak maksa v-belt untuk naik. Kalau pulley standar kan maksa v-belt untuk segera naik,” sahut Danu Andri Wibisono dari Duta Motorsport (DMS).

Kemudian, terlihat juga di grafiknya, pada putaran tengah antara raungan rpm dengan tenaga tidak sebanding.

Di putaran tengah masih lebih bagus grafik saat pakai pulley standar. Meskipun tenaganya tidak berubah banyak, tenaga hanya beda 0,02 dk dan torsi beda 0,1 Nm.

“Itu karena pulley yang diubah derajatnya terlalu banyak, bikin v-belt gak menapak sempurna, karena sudut kemiringan di pulley dan v-belt berbeda,"

"Efeknya bisa bikin v-belt pada rusak, brudul, makanya lebih milih pulley standar buat balap atau harian. Tinggal mainin roller sama gigi rasio aja,” rinci Wibi, panggilan akrabnya, yang selalu menggunakan pulley standar pada motor garapannya.

Sudut pulley yang berubah banyak, bikin v-belt tidak menapak sempurna, jadi terjadi selip
Fariz/otomotifnet.com
Sudut pulley yang berubah banyak, bikin v-belt tidak menapak sempurna, jadi terjadi selip

Baca Juga: SSS Bikin V-belt Racing, Mulai Rp 150 Ribu, Masa Pakai 20.000 Km

Pulley yang derajatnya bubutan bisa bikin v-belt lebih cepat rusak
Fariz/otomotifnet.com
Pulley yang derajatnya bubutan bisa bikin v-belt lebih cepat rusak

Yang juga berubah ada pada putaran atasnya, pulley custom grafiknya kembali melandai dengan rpm yang hanya 7.816 rpm.

Lain dengan pulley standar, yang grafik tenaga dan torsi mulai turun dengan rpm yang sudah menyentuh 9.047 rpm.

“Itu efek dari jalur roller yang dikerok, saat pulley standar nafasnya udah habis di 92 km/jam, pulley custom nafasnya masih panjang, jadi bisa dapat top speed lebih tinggi, tinggal mainin roller aja.”

“Jadi sebenarnya gak ada pulley yang salah, cuma beda penempatan beda pemakaian aja. Misal racikan pulley untuk road race tentu beda untuk kebutuhan turing, karena tergantung karakter pengendaranya juga. Sedangkan pulley yang salah itu ada, biasanya di putaran tengah grafiknya drop karena kerokan jalur roller yang gak rata,” rinci Saiful.

Baca Juga: Pulley 4S1M NMAX, BeAT Mulai Rp 400 Ribuan, Power Fokus Putaran Atas

Jalur roller yang dikerok bisa menambah top speed, tapi kalau tidak rata bisa bikin putaran tengah drop
Fariz/otomotifnet.com
Jalur roller yang dikerok bisa menambah top speed, tapi kalau tidak rata bisa bikin putaran tengah drop

Editor : Toncil
Sumber : Tabloid OTOMOTIF

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa