Harga Mobil China Seken Anjlok Saat PPKM, Pedagang Bantah Bukan Karena Kualitas

Ferdian,Harun Rasyid - Senin, 30 Agustus 2021 | 17:50 WIB
Ilustrasi Wuling  Almaz Bekas
Aditya Pradifta
Ilustrasi Wuling Almaz Bekas

Otomotifnet.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak awal 2021 sampai saat ini, lumayan berdampak pada penjualan mobil bekas.

Menurut Yudi Budiman, Owner showroom mobil bekas Indigo Auto di Tangerang Selatan, penjualan mobil bekas saat PPKM terbilang menurun karena beberapa faktor.

"Adanya PPKM, berpengaruh ke penjualan dan harga mobil bekas karena semua orang fokus ke kesehatan. Selama PPKM, terutama PPKM darurat, jualan sedikit terkendala karena akses jalan waktu itu sebagian dibatasi," ujarnya saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Hal ini membuat konsumen terkadang jadi terkendala saat mau cek unit ke showroom.

"Jadi konsumen kebanyakan bertransaksi via telepon atau platform digital. Selain itu mereka cenderung lebih percaya ke showroom langganan yang sudah mereka kenal atau yang punya nama baik," lanjut Yudi.

Permintaan mobil bekas yang kurang stabil saat PPKM, membuat mobil bekas dari merek tertentu mengalami penyesuaian harga.

"Mobil bekas yang harganya relatif turun, itu mobil China semisal Wuling atau merek China lainnya dengan penurunan harga lima persen sampai sepuluh persen dari harganya. Sementara harga mobil bekas lain dari merek Jepang masih stabil harganya," kata Yudi.

Baca Juga: SUV China Ini Bisa Dikredit Dengan DP 20 Persen, Cicilan Mulai Rp 8 Jutaan

Selain mengalami penurunan harga, Yudi beranggapan bahwa pembelian mobil China secara kredit juga terbilang sulit.

"Karena permintaan pasarnya berbeda dibanding mobil Jepang, lembaga pembiayaan juga jarang menyediakan paket kredit mobil China bekas. Sehingga konsumen agak kesulitan," jelasnya.

Sementara itu Fajar Putra, Owner showroom mobil bekas Dolan Kars di Tangerang Selatan menyebut, penurunan harga pada mobil China masih terbilang wajar.

"Karena saya pegang mobil China bekas terutama Wuling, depresiasi harga bekasnya memang lebih dalam dibanding merek Jepang. Namun segmentasi dan permintaan pasar mobil China ini masih tetap ada," ungkapnya saat dihubungi tim redaksi (29/8/2021).

Meski begitu, ia menyampaikan bahwa mobil China tetap terbilang menarik di pasar mobil bekas.


Editor : Panji Nugraha
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa