"Kemudian tenaga mesin pada setiap rpm terasa padat," tambahnya.
Namun selain beberapa kelebihan yang sudah disebutkan, ada jiga loh kekurangannya.
"Yang pasti harus selalu pakai bensin dengan nilai oktan yang lebih tinggi," kata Sasongko.
Soalnya kalau pakai bensin yang oktannya enggak cocok membuat suhu mesin jadi terlalu panas.
Itu terjadi akibat knocking atau pembakaran yang terjadi terlalu cepat akibat pakai bensin yang oktannya kurang tinggi.
"Apalagi kalau sudah ketemu macet di Jakarta, suhu mesin motor terasa lebih panas," jelas Sasongko.
"Panasnya enggak hanya di area sekitar kaki bagian bawah, tapi merembet sampai ke jok, beberapa kali saya istirahat karena enggak nyaman," tutupnya.
Baca Juga: Bahaya Oli Mesin Motor Rembes, Ini 3 Solusi Praktisnya Kata Bengkel
Baca Juga: Hindari Mesin Motor Jebol Akibat Banjir, Lakukan 4 Tips Efektif Ini
Baca Juga: Tambah Oil Booster ke Oli Mesin Motor Ternyata Malah Berbahaya, Ini Kata Ahlinya
Posted : Jumat, 3 April 2026 | 14:14 WIB| Last updated : Jumat, 3 April 2026 | 14:14 WIB
| Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR