Otomotifnet.com - Masih banyak yang percaya bahwa mencampur kapur barus ke dalam tangki bensin bisa meningkatkan angka oktan dan mendongkrak tenaga mesin.
Secara historis, kapur barus memang mengandung naphthalene dengan angka oktan 90 yang dulu digunakan untuk bensin berkualitas rendah (di bawah oktan 90).
Namun, di era teknologi mesin modern saat ini, praktik ini bukan hanya tidak relevan, tapi justru sangat merugikan.
Mengapa Kapur Barus Tidak Lagi Efektif?
Kandungan naphthalene hanya mampu memberi dampak pada bahan bakar beroktan sangat rendah seperti Premium.
Jika dicampurkan pada bensin modern yang sudah beroktan 92 ke atas, kapur barus tidak akan memberikan efek peningkatan performa yang berarti.
Sebaliknya, naphthalene justru sulit terbakar sempurna, yang berujung pada tingginya kadar emisi hidrokarbon (HC) dan kerusakan jangka panjang pada komponen mesin.
Ancaman Serius bagi Kesehatan
Lebih dari sekadar masalah mesin, penggunaan naphthalene kini telah dilarang karena sifatnya yang karsinogenik (pemicu kanker).
Berdasarkan data Agency for Toxic Substances and Disease Registry, zat ini dapat terserap ke tubuh melalui pernapasan maupun kontak kulit.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR