Otomotifnet.com - Kaca mobil yang bening adalah kunci keselamatan demi visibilitas optimal saat berkendara.
Namun, banyak pemilik mobil yang tidak menyadari bahwa perawatan yang berlebihan atau salah kaprah justru bisa merusak kualitas kaca orisinal (OEM) kendaraan mereka.
Banyak orang mengandalkan metode poles kaca untuk menghilangkan jamur atau baret halus.
Namun, perlu diingat bahwa proses poles bersifat abrasif:
1. Penipisan Material
Sama seperti bodi mobil, kaca yang terlalu sering terkena alat poles akan terkikis lapisannya.
Kasus di lapangan menunjukkan kaca berkualitas tinggi sekalipun bisa menjadi tipis dan ringkih akibat frekuensi poles yang tidak wajar.
2. Bahaya Retak
Kaca yang menipis kehilangan kekuatan strukturalnya, sehingga menjadi sangat rentan retak atau pecah saat terkena tekanan udara atau benturan kecil.
Selain faktor alat poles, penyebab kaca menjadi rusak adalah penggunaan cairan pembersih yang salah peruntukan.
Baca Juga: Jangan Buka Kaca Mobil Dulu Setelah Pasang Kaca Film, Ini Alasannya
Baca Juga: Dijamin Efektif, Pakai Sealant Ini Untuk Mengatasi Kaca Mobil Bocor
Baca Juga: Kenali Beda Kaca Mobil Laminate dan Tempered Glass, Ini Perbedaannya
Baca Juga: Kaca Buram Saat Berkendara Di Musim Hujan, Cara Hilangkannya Begini!
Zat Kimia Keras
Beberapa cairan pembersih yang tidak dikhususkan untuk otomotif mengandung zat asam tinggi yang dapat merusak lapisan pelindung kaca.
Solusi Aman
Selalu gunakan obat atau cairan yang memang diformulasikan khusus untuk kaca mobil guna menjaga kejernihan tanpa merusak materialnya.
Kapan Waktunya Memoles Kaca?
Poles kaca bukanlah perawatan rutin bulanan. Tindakan ini hanya disarankan sebagai solusi terakhir jika:
- Jamur kaca sudah terlalu parah dan tidak bisa hilang dengan pembersih biasa.
- Terdapat baret halus yang mulai mengganggu pandangan.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR