Otomotifnet.com - Sebagai pengendara cerdas, memahami kondisi kesehatan motor adalah hal wajib.
Salah satu komponen yang memerlukan perhatian rutin adalah klep (katup) mesin.
Seiring bertambahnya usia pakai, celah klep dapat bergeser menjadi terlalu rapat atau terlalu renggang, yang jika dibiarkan akan mengganggu performa kendaraan.
Ada tiga tanda utama yang bisa kalian kenali:
1. Suara Ngelitik
Muncul bunyi kasar pada mesin, biasanya menandakan celah klep terlalu renggang.
2. Mesin Cepat Panas (Overheat)
Akibat celah klep terlalu rapat, proses pasokan bahan bakar dan pembuangan menjadi tidak seimbang.
3. Tarikan Berat
Akselerasi motor terasa loyo dan tidak responsif seperti biasanya.
Baca Juga: Inilah Tanda-tanda Seal Klep Mobil Minta Ganti Baru
Baca Juga: Hindari Isi Bensin Ecer Oplosan, Klep Motor Bisa Jadi Korbannya
Baca Juga: Segini Ukuran Celah Klep Yamaha NMAX, Jangan Ketipu Mekanik Ngaco
Baca Juga: Inilah Ciri-ciri Yang Muncul Bila Klep Mesin Mobil Bekas Mulai Longgar
Standar Celah Klep Berdasarkan Jenis Motor
Penyetelan klep tidak boleh dilakukan sembarangan karena setiap jenis motor memiliki spesifikasi yang berbeda.
Jika kalian ingin melakukannya sendiri, pastikan menggunakan alat ukur presisi bernama feeler gauge.
Berikut adalah gambaran umum standarnya:
Motor Matik & Bebek: Umumnya menggunakan celah antara 0,04 mm hingga 0,07 mm.
Motor Sport: Memerlukan celah yang lebih lebar, biasanya mencapai 0,10 mm.
Selalu merujuk pada buku pedoman resmi dari pabrikan, karena setiap tipe motor memiliki angka jarak yang spesifik.
Jika motor kalian menunjukkan gejala di atas, segera lakukan penyetelan ulang celah klep di bengkel resmi atau bengkel kepercayaan.
Pengaturan yang presisi akan mengembalikan efisiensi pembakaran, menjaga suhu mesin tetap stabil, dan memastikan tarikan motor kembali enteng.
Penyetelan klep sebaiknya dilakukan saat mesin dalam kondisi dingin untuk mendapatkan hasil pengukuran yang paling akurat.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR