Otomotifnet.com - Bencana banjir sering kali meninggalkan persoalan dokumen penting yang rusak atau bahkan hilang terseret arus.
Jika STNK biasanya aman di dalam dompet, lain halnya dengan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) yang kerap tersimpan di dalam lemari rumah.
Lantas, bagaimana jika BPKB rusak karena terendam atau hilang?
Penting untuk dicatat bahwa pengurusan BPKB tidak dilakukan di kantor SAMSAT, melainkan di Gedung Biru Polda Metro Jaya (untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya) atau Markas Kepolisian Daerah setempat.
Berikut adalah langkah-langkah dan persyaratan dokumen yang wajib kalian siapkan:
1. Prosedur BPKB yang Rusak
Jika fisik BPKB masih ada namun dalam kondisi rusak (terkelupas, luntur, atau hancur), siapkan dokumen berikut:
- Formulir Permohonan: Mengisi data lengkap di lokasi pengurusan.
- Identitas Diri: KTP asli dan fotokopi pemilik kendaraan. Jika dikuasakan, lampirkan surat kuasa bermaterai.
- Bukti Kepemilikan: BPKB asli yang rusak dan STNK (asli & fotokopi).
- Cek Fisik: Kendaraan harus dibawa untuk diverifikasi oleh petugas.
Baca Juga: Sama Tapi Tak Serupa, di Sini Letak Perbedaan STNK Motor Bensin dan Listrik
Baca Juga: 5 Tips Terjang Banjir Dengan Motor Tanpa Takut Mesin Mati, Lakukan Ini
Baca Juga: Baru Tahu Begini Membedakan BPKB Palsu Dengan Asli, Ada 3 Cirinya
Baca Juga: Bahaya Memaksa Starter Mobil Setelah Kebanjiran, Efeknya Bikin Ngeri!
2. Prosedur BPKB yang Hilang
Pengurusan BPKB hilang memerlukan tahapan ekstra untuk memastikan aspek legalitas:
- Formulir Permohonan: Diisi sesuai data kendaraan.
- Laporan Polisi: Surat keterangan hilang dari unit Regident tempat BPKB diterbitkan.
- Surat Pernyataan: Pernyataan bermaterai bahwa BPKB tidak sedang tersangkut kasus pidana atau perdata.
- Pengumuman Media Massa: Bukti penyiaran di media cetak sebanyak 3 kali berturut-turut di media yang berbeda (tenggang waktu masing-masing 1 minggu).
- Identitas & Cek Fisik: KTP asli, fotokopi STNK, dan wajib menghadirkan kendaraan untuk cek fisik.
Simpanlah dokumen kendaraan di tempat yang kedap air (seperti pouch plastik segel) atau letakkan di posisi yang lebih tinggi untuk meminimalisir risiko kerusakan jika terjadi banjir susulan di masa mendatang.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR