Modifikasi Suzuki Thunder 250, Peralihan Cafe Racer ke Street Fighter

Otomotifnet - Minggu, 1 Maret 2015 | 12:24 WIB

(Otomotifnet - )


Mencerminkan art atau seni dengan penampilan yang berbeda dan unik


Jakarta - Kontes custom culture yang berada di Yogyakarta beberapa bulan lalu membuat banyak kalangan pecinta aliran klasik terbuka imajinasinya. Salah satu contoh Defri, pemilik Suzuki Thunder 250 sudah bergaya café racer (CR) dan ingin mengubah tampang tunggangan 2005 miliknya.


Tampilan lampu depan lebih eye cathy dengan tameng lampu handmade HL

“Banyak besutan yang beraliran CR, jadi bosan dengan tampilan itu dan pengin sesuatu gaya baru. Tapi, memang ubahannya gak jauh-jauh dari style Japanese alias jap’s style. Yakni, street tracker (ST),” ungkapnya.

Rombakan sebelumnya dikerjakan sama Donny Permana, builder Hantu Laut (HL), yang berlokasi di Jl. H. Nawi, Gg. H. Jeni, Fatmawati, Jaksel. Jadi, garapannya gak terlalu banyak cukup repaint dan repair bagian yang kurang enak dilihat.

Suspensi Honda CB 400 berikut double cakram yang diikatkan ke tromol handmade HL

Sebelum eksekusi besutan tersebut terjadi sedikit perdebatan kecil atau perbedaan argumen antara Defri dengan builder. Inti perdebatannya soal ubahan di bagian tengah rangka dan pemilihan corak atau detail pengecatan tangki. Maklum, builder satu ini memang sedikit keras dalam aliran tersebut, karena gak mau setiap ubahan selalu sama. Harus beda, bor!

“Penginnya sih, bagian tengah ditutup atau pasang side body. Biar gak kelihatan kosong, tapi itu bikin tampilan lebih macho dan gahar. Selain itu, menonjolkan detail dari ubahan tersebut,” bilang Defri, warga Bintaro, Tangsel.

Pada tangki stock custom Yamaha L2 Super dengan corak glitter dan diperkecil sesuai konsep ST

Sedangkan tangki stock custom Yamaha L2 Super diperkecil dan diberikan corak glitter. “Itu mencerminkan art atau seni dengan penampilan yang berbeda dan unik. Biar warna bisa lebih keluar, proses bikin glitter itu gak bisa sembarangan. Ada trik khusus, bor!” jelas builder HL.

Alhasil, proses pengerjaan hanya memakan waktu sekitar 3 minggu dan tunggangan berlambang S itu terselesaikan. Tak lupa buat memadukan konsep ST, tapak berganti alur yang awalnya ban khusus aspal, namun kini memakai tipe dual purpose. Untuk itu, ban merek Shinko SR428 profil 120/80-18 depan dan 130/80-18 di belakang yang dijejalkan.

Alur ban berganti tipe, yakni dual purpose dari ban merek Shinko SR428

Begitu juga pada potongan rangka belakang yang awal lurus, kini dibentuk setengah melingkar. Karena aliran ST layaknya besutan dual purpose dan dipasangkan setang Kawasaki Ninja 150R agar posisi riding agak tinggi.

Nih, hasil perubahannya! • (otomotifnet.com)





Data Modifikasi

Pelek depan belakang : Champ, 3.50x18 & 4.50x18
Ban depan belakang : Shinko, 120/80-18 & 130/80-18
Tromol depan belakang : handmade HL
Sok depan : Honda CB 400
Tangki : stock custom Yamaha L2 Super
Sepatbor depan belakang : handamade HL
Jok : handmade HL
Setang : Kawasaki Ninja 150R
Lampu-lampu : aftertermarket
Knalpot : handmade HL
Karbu : Keihin PWL 34
Hantu Laut (HL) : 0818-181078
Dana modifikasi : Rp 15 juta