Test Bensin Pertalite bag.1, Punya Keunggulan Setara Pertamax

Dimas Pradopo - Rabu, 12 Agustus 2015 | 14:19 WIB

Test Bensin Pertalite bag.1, Punya Keunggulan Setara Pertamax (Dimas Pradopo - )

OTO-AANT
Test Bensin Pertalite bag.1, Punya Keunggulan Setara Pertamax
Pertalite dengan oktan 90 dan aditif setara Pertamax namun dengan harga lebih terjangkau, tentu saja menggoda untuk dicoba, bagaimana performanya dibanding Premium dan Pertamax?

Jakarta - Sebelum melakukan pengujian, kita ulas dahulu apa keunggulan yang ditawarkan Pertamina dalam Pertalite ini. Menu utama tentu saja oktan yang terkandung 90, lebih tinggi dari Premium yang hanya 88 dan di bawah Pertamax yang 92.

“Oktan merupakan angka yang menunjukkan kemampuan bahan bakar untuk dikompresi atau ditekan,” terang Tri Yuswidjajanto, dosen teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB). “Semakin besar tekanan yang bisa diterima, tenaga yang dihasilkan juga semakin besar,” imbuhnya.

RON 90 menurut pria yang akrab disapa Yus ini, pas untuk mesin berasio kompresi 9-10:1, “Lebih sedikit masih ditoleransi, misal 10,4:1. Kalau lebih dari itu tentu lebih baik pakai oktan 92,” lanjutnya. Bila angka oktan sesuai dengan rasio kompresinya, maka pembakaran yang terjadi bisa sempurna dan menghasilkan tenaga maksimal.

Efek berantainya konsumsi bensin bisa lebih irit, karena dengan bukaan gas yang sama, tenaga yang dirasakan lebih besar. Tak perlu betot gas dalam-dalam sudah melaju kencang. Apa iya? Simak terus deh ya!

Bagaimana jika mesin dengan rasio kompresi sekitar 10:1 dikasih Premium? “Tentu saja timbul ngelitik, karena bahan bakar terbakar dengan sendirinya terlebih dahulu karena tak kuat oleh tekanan, kemudian berikutnya baru ada nyala api busi. Nah tumbukan gelombang pembakaran dari keduanya ini yang menimbulkan bunyi ngelitik,” lanjut Yus.

Bisa saja sebenarnya mesin berasio kompresi tinggi disetel agar bisa menenggak bensin beroktan rendah dan tidak ngelitik, caranya dengan memajukan waktu pengapian, dengan menggeser pulser. “Hanya saja efeknya tenaga akan drop,” wanti Yus.

Bagaimana jika sebaliknya, bahan bakar yang digunakan punya angka oktan lebih tinggi dari yang direkomendasikan? “Maka pembakaran tak akan sempurna, banyak sisa yang terbuang,” imbuhnya lagi. Selain angka oktan, kelebihan yang ditawarkan Pertalite adalah adanya kandungan aditif.

“Jenis aditif yang digunakan sama dengan yang ada di Pertamax,” terang Yanuar Budi Hartanto, Commercial Retail Fuel Marketing Manager PT Pertamina (Persero). Aditif itu meliputi demulsifier atau pengikat air, sehingga kemurniannya selalu terjaga. Kedua ada detergency untuk membersihkan saluran bahan bakar, klep sampai ruang bakar.

“Dengan jangka waktu pemakaian yang sama, ruang bakar yang pakai Pertalite lebih bersih daripada pakai Premium,” terang Yus yang sudah melakukan uji coba. Aditif yang ketiga ada corrosion inhibitor, gunanya untuk mencegah karat di saluran bahan bakar dan tangki. (otomotifnet.com)