All About Forged Piston, Nih Aplikasi dan Testimoninya di Balap Motor

Otomotifnet - Senin, 6 Juli 2015 | 16:00 WIB

(Otomotifnet - )



Sesuai namanya, piston jenis ini ditempa seperti membuat keris. Alumunium alloy dipanaskan lalu dipukul dengan tekanan 600 ton hingga berubah bentuk jadi piston

Jakarta - Forged piston jadi salah satu teknologi andalan motor Yamaha yang sudah tak asing lagi di telinga. “Forged piston sudah dipakai sejak 1997 di Yamaha YZF-R1. Di Indonesia sejak 2005 dan Jupiter MX yang paling pertama pakai,” buka M Abidin, GM Service & Motor Sport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Menariknya, belakang makin banyak produk aftermarket forged piston yang beredar, kebanyakan digunakan untuk balap.

Merek forged piston impor banyak beredar sejak Kawasaki Ninja 250 ramai dioprek, sedang di balap bebek dan skutik sudah mulai digunakan pada 2011 silam.

“Kita mulai bikin dan pasarkan sejak bensol dilarang di matic race, sekitar 2011. Karena harus pakai bensin RON 92 setara Pertamax, ruang bakar jadi panas. Solusinya pakai piston yang materialnya lebih kuat,” kenang Jessy Lingga Siswanto alias Coq, pemilik Kawahara Racing.

Mekanik yang sudah menemukan setingan terbaik di motornya mengaku mendapatkan manfaat dari durabilitas forged piston. “Sebenarnya bisa lebih untung beli forged piston. Bisa dipakai dua event lebih. Itu dipakai tiga kali latihan, kualifikasi dan dua race tiap event. Kalau casting tiap event harus ganti,” ungkap Coq yang menyediakan banyak ukuran diameter dan pin piston ini.

Hal yang sama diamini Leo, distributor Wiseco Indonesia. “Kalau pakai piston biasa, setiap satu race pasti ganti. Sedangkan forged bisa bertahan sampai 3-5 kali race,” ujarnya.

“Umur pakai memang lebih lama ketimbang casting piston, ditambah bobot yang ringan sekitar 20-30 persen,” ungkap Tomy Huang bos racing part BRT yang baru membuat forged piston untuk balap bebek dan skutik. “Lebih hemat karena durability cukup baik. Kuat menahan panas di ruang bakar, makanya bisa bertahan sampai 1 tahun,” tambah Angga Kurniawan, bos Anjany Racing.


Trik Pasang di Motor Balap
Diyakini tidak ada perbedaan saat melakukan pemasangan forged piston. “Jika boring silinder dibuat agak longgar bisa langsung gas atau tanpa inreyen,” jelas Oppie, mekanik Ultra Speed Racing, di Jl. Panjang, Jakbar.

Meski begitu, Coq memberikan sedikit trik agar lebih awet digunakan di balap. “Boringnya jangan dibuat mengerucut ke atas seperti pakai casting piston, malah sering macet. Kalau clearence dibikin 0,2 mm, dari bawah sampai atas dibuat sama,” wanti Coq yang sedang gemar main trail off road ini.  • (otomotifnet.com)