All About Helm, Benturan Pada Kepala Bisa Berakibat Fatal

Dimas Pradopo - Rabu, 3 September 2014 | 15:40 WIB

(Dimas Pradopo - )

Jakarta - Pada saat terjadi kecelakaan atau jatuh dari motor, hal pertama yang harus dilakukan yaitu segera melepas helm sang korban. Setelah itu baru dilakukan tindakan selanjutnya.

“Pada saat melakukan pertolongan, jalur nafas si korban jangan sampai terganggu atau tertekuk pada saat memindahkan ke tempat yang lebih aman,” jelas Prof. Dr. dr. Moh Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S, Ketua Persatuan Dokter Syaraf Seluruh Indonesia (Perdossi).

Setelah berada di tempat yang aman, kemudian lakukan pengecekan kondisi. Mulai dari pengecekan nafas, kesadaran, detak jantung, luka-luka dan lainnya. Baiknya segera panggil paramedis atau bawa ke rumah sakit agar mendapat penanganan yang tepat.

Ditambahkan pada saat terjadi kecelakaan, semua benturan pada bagian kepala bisa berakibat fatal. Jika tidak segera ditindaklanjuti, kejadian seperti gegar otak bisa saja terjadi pada si korban.

“Kalau dipaksa terus berkendara bisa berbahaya karena fungsi kerja otak menurun, bikin susah buat konsentrasi,” jelas pria yang biasa disapa Prof. Hasan ini. Seraya menambahkan gejalanya adalah pusing, sakit kepala, telinga berdengung bahkan bisa sampai muntah dan pingsan.

Soal lamanya penggunaan helm juga ikut menjadi perhatian, khususnya buat yang sering bepergian dengan waktu tempuh yang lama.

“Tidak ada patokan waktu berapa lama penggunaan helm, yang jelas jika sudah merasa lelah dan kurang nyaman saat perjalanan, disarankan untuk beristirahat dan membuka helm agar kepala bisa bernafas kembali,” tuturnya.

Ukuran helm juga harus diperhatikan demi kenyamanan saat dipakai, sebab kalau terlalu sempit kepala bisa tertekan dan pemakainya akan merasa pusing. (motor.otomotifnet.com)