Modifikasi Honda Freed 2011, Rela Sulit Demi Aksi

Otomotifnet - Senin, 9 Februari 2015 | 19:06 WIB

(Otomotifnet - )



Berdomisili di Cianjur, tidak membuat komunitas penggemar modifikasi berdiam diri. Untuk tampil berbeda, semua akan dilakukan

Cianjur - Lihat yang dilakukan oleh Tera terhadap Honda Freed keluaran 2011 miliknya. Pria ramah yang senang tertawa ini rela ke Jakarta atau Bandung untuk melakukan modifikasi."Untuk ikut tren yang ada sih tidak juga. Terpenting mobil enak dilihat. Makanya modifikasi ini tidak ekstrem dan masih dipakai harian," sebutnya.



Dasbor tidak banyak berubah, hanya penambahan pernik saja

Tampilan ceper, akrab dengan aspal wajib dijalankan. Padahal, jalur Cianjur-Bandung atau Cianjur-Jakarta tidak bisa dikatakan mulus. Tak jarang cukup menyulitkan. Contohnya sesudah sesi foto, mobilnya harus didorong karena ada bagian tersangkut batu dan salah satu ban berada di daerah kerikil.



Jok berbalut bahan MBtech menambah kenyamanan berkendara

Meski demikian, untuk aplikasi jalanan, pacuan Tera ini cukup enak dilihat. Menerapkan hal ini, suspensi standar ditukar dengan model coilover keluaran Buddy Club. Alasannya, selain memiliki redaman yang cukup baik, suspensi ini mudah untuk menaikkan atau menurunkan ketinggian bodi.



Sistem audio ditata dengan apik untuk menghasilkan suara bagus

Supaya tidak terlalu menyulitkan saat dipakai, pelek dipatok cukup 18 inci saja, namun dengan lebar yang berbeda. Pilihannya jatuh pada OZ Opera. Pada depan pakai 8,5 inci yang berbalut ban Accelera 205/35R18 sedangkan belakang lebar 10 inci, ban sama tapi lebar 215/35R18. Aplikasi ini membuat bibir pelek keluar dari ban dan mudah membentur batu. Tera cukup rela untuk agak bersulit diri demi aksinya.



Lampu belakang LED, cukup mudah untuk aplikasi dan memperbaiki tampilan

Semakin terlihat pendek karena menambahkan spoiler. Namun mencegah rusak kalau terbentur batu, bahan spoiler mengandalkan karet. Warna hitam yang melekat sangat kontras dengan cat putih bodi. Untuk merekatkannya juga mudah. "Tinggal pakai baut. Karena kalau pakai double tape justru mudah lepas," tambahnya.



Pelek 18 inci dengan lebar tak seragam membuat tampilan jadi menarik


Bendahara White Car Indonesia (WCI) region Cianjur dengan nomor F006 ini juga melakukan optimalisasi di mesin. Freed yang mengadopsi drive by wire (DBW) dirasa punya respon tenaga yang agak kurang. Sebab itu ditambahkan throttle control keluaran Pivot. Ada 3 setelan pada komponen tersebut, yakni Normal, Eco dan Sport.

Karena senang bepergian dan masih berjiwa mudah, mode Sport sudah pasti jadi pilihan Tera. Diakui kalau pemilihan ini cukup membantu saat melakukan perjalanan luar kota. • (otomotifnet.com)

Data Modifikasi:
Pelek: OZ Opera 18 inci. Lebar 8,5 inci (depan) dan 10 inci (belakang)
Ban: Accelera 205/35 (depan) dan Accelera 215/35 (belakang)
Sokbreker: Coilover Buddy Club
Lampu sen samping: Jeep TJ
Jok: MBtech
Head unit: Alpine 9886 + processor
Speaker: Cello three way
Subwoofer: 12 inci Audio Quartz
Power: Monoblok Audio Quartz
Lampu belakang: LED
Throttle control: Pivot
Front dan down pipe: Kansai
Filter udara: K&N

Plus:
tampilan minimalis dan cukup menarik
minus:
Ruang mesin masih sepi ubahan