Honda New Civic 1.8L A/T i-VTEC 2006, Tak Mau Lagi Diasapi

billy - Senin, 16 April 2012 | 09:05 WIB

(billy - )


 Lebih sangar berkat body kit Ings+1 plus engine hood karbon Mugen RR
Ego darah muda yang tak rela dipecundangi siapapun, rupanya memicu Roland Siahaan untuk memaksimalkan tenaga besutan hariannya. Lantaran pernah sakit hati karena ditinggal lari SUV diesel, saat melaju di ruas tol Jakarta-Merak. Roland pun berniat meng-up-grade Honda New Civic 1.800 cc matic-nya secara serius, biar enggak lagi-lagi 'diasapi'.

SESUAIKAN BOBOT

Sejatinya New Civic lansiran 2006 ini sudah dijejali beragam perangkat car audio plus peredam, lantaran sebelumnya Roland memang hanya terfokus pada modifikasi di sektor tata suara kabin.

"Kalau mobil sudah pakai audio full ditambah peredam berlapis-lapis, otomatis bobotnya nambah dan bikin tenaga mesin loyo. Gue bertekad, kejadian diasapi mobil lain kayak dulu enggak bakal terulang lagi," pungkas pria 30 tahun ini.

Mengacu tema modifikasi street racing, desainer di bidang arsitektur ini pun memberanikan diri untuk up-grade power mesin besutan andalannya itu. Enggak tanggung-tanggung, Roland menyerahkan pengerjaan sektor engine pada dua bengkel modifikasi andal di Jakarta, Firna Protechnik dan ASCO Motorsport.

 Dapur pacu lebih bertenaga lewat setting-an N/A (Naturally Aspirated), Ganti suspensi dengan trial-error menyesuaikan selera pribadi
Pastinya setting-an N/A pun diterapkan pada mesin R18A milik New Civic 1.8L ini, yang standarnya dibekali power maksimum 140 daya kuda. Metoda plug and play dengan memasang Unichip Dastek Q+, downpipe Kansai berikut exhaust HKS, serta menyetel ulang kompresi mesin, akhirnya berhasil mengoptimalkan tenaga dapur pacu hingga 178 daya kuda.

Karena tambahan berat mobil mencapai 200 kg lebih akibat pemasangan komponen audio termasuk peredam, memaksa sektor kaki dibenahi guna menyesuaikan dengan bobot keseluruhan.

Supaya ban GT Radial HPY 225/45 R18 yang membalut pelek Ings+1 forged 8x18 tidak mentok dengan fender dan tetap mantap buat diajak bermanuver, Roland nekat mengganti suspensi standar dengan versi coilover.

"Hasilnya sesuai kemauan gue. Audio top, kabin hening, handling enak dan tentunya tak lagi diasapi," bangganya.
(mobil.otomotifnet.com)