Mercedes-Benz G-Klasse, Lagu Lama CD Baru

billy - Senin, 25 April 2011 | 16:08 WIB

(billy - )


Bangkok - Saat berkunjung ke 32th Bangkok International Motor Show lalu lalu, cukup banyak tunggangan-tunggangan baru yang dipamerkan. Tetapi, ketika mengunjungi booth Mercedes-Benz, ada sesosok tubuh jangkung yang sungguh sangat familiar. Wah, ini Mercedes-Benz G-Klasse.

Memang sungguh klasik modelnya, dibandingkan dengan generasi awal sekalipun seolah tak jauh berbeda! Mirip lagu lama yang diaransemen ulang dengan CD di album baru.

Mengulang sejarah
Melongok isi kabin yang menggunakan setir kanan, Gelaendewagen ini seolah mengingkatkan ketika Mercedes-Benz sempat menghentikan suplai ke Inggris, yang menganut aliran pengguna setir kanan selama hampir 10 tahun.

Padahal bagi Mercedes-Benz, Inggris merupakan salah satu pasar terbesar yang menggunakan mobil setir kanan buatannya. Nah, 2010 lalu, G-klasse ini kembali meramaikan pasar negeri kerajaan itu, dengan varian yang ada di ajang pamer terbesar di Thailand ini.

Memang, buat pabrikan asal Jerman itu, G-klasse yang awalnya dibuat untuk militer di era '70 an, kemudian versi sipil mulai 1979, bekerja sama dengan Steyr, pabrikan mobil asal Austria. Desain bodinya memang dari dulu hingga kini tak jauh berbeda. Hanya sentuhan sedikit saja yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Mesih G 55 AMG dengan supercharger (kompresor) (kiri). Interior dengan kelengkapan serbamewah(kanan).
Tetapi soal teknologi, tentu makin berkembang sesuai teknologi yang ada di Mercedes-Benz. Seperti G350 CDI dan G55 AMG, misalnya. Semuanya sudah menggunakan teknologi seperti Automatic climate control, transmisi otomatis dengan dual speed transfer gear, lampu Bi-xenon serta jok dengan penghangat dan sensor parkir serta audio dengan Harman Kardon Logic 7.

Ada peranti yang umumnya digunakan pada mobil jalanan Mercedes-Benz, tetapi diaplikasikan juga untuk medan off-road pada G-Class ini. Seperti ESP dan 4ETS, agar traksi maksimal bisa didapat.

Namun, locking differential seperti yang sudah ada sejak versi pertama masih tetap dipertahankan, membuatnya sanggup melintasi medan off-road dengan berbagai kondisi.

Selain versi G350 CDI dan G55 AMG tadi, ada juga versi G 300 CDI professional, yang dibuat untuk penggunaan lebih hardcore. Fasilitas interiornya memang tak semewah varian yang tentu lebih banyak digunakan di jalan raya.

 Generasi awal G-Klasse, bentuk asli hingga kini
Seolah kembali ke konsep awal sebagai jip militer, G 300 Professional ini lebih diutamakan sebagai kendaraan pengangkut para pekerja di lapangan. Seperti pada medan pertambangan atau penelitian yang perlu menjelajah ke dalam hutan belantara.

Dari sini, tampak nilai historis Mercedes-Benz G-Klasse ini tetap dijaga. Sejak kemunculan awalnya, lantas ketika pada tahun 1983 menjuarai lomba Rally Dakar. Dengan bentuk serbakotak, sejarah 30 tahun mobil dengan motto ‘go anywhere do anything' ini tetap lestari di tengah teknologi otomotif yang semakin canggih.  (mobil.otomotifnet.com)