TPMS Blaupunkt, Pantau Tekanan Angin Langsung

Otomotifnet - Selasa, 17 Maret 2015 | 14:04 WIB

(Otomotifnet - )

Jakarta - Anda pasti pernah mengalami momen ketika sedang terburu-buru pergi ke suatu tempat, tiba-tiba di tengah jalan ban mobil kempis. Hal ini karena tekanan angin ban perlahan-lahan berkurang dengan sendirinya atau terjadi kebocoran dinding ban.

Selain kerugian waktu yang disebabkan karena perlu mengganti ban yang kempis, ternyata kurangnya tekanan air dari anjuran seharusnya juga membuat konsumsi BBM mobil menjadi lebih boros. Tentunya ini membuat kita perlu selalu mengecek tekanan angin pada setiap ban mobil.

Sayangnya, terus-terusan membuka tutup pentil ban dan menggunakan alat pengukur angin tidaklah praktis. Pada mobil mewah, biasanya fitur pengukur tekanan angin ban menjadi salah satu opsi di onboard computer-nya, sehingga dapat dipantau dari Multi Information Display (MID) setiap saat.

Kini mobil-mobil standar pun dapat menikmati fitur tersebut dengan memasang TPMS (Tire Pressure Monitoring System) yang mulai tersebar di pasaran. Salah satunya milik Blaupunkt, yang dibanderol Rp 2,9 juta.

“Cara pasangnya mudah, tinggal ganti tutup pentil bannya saja, pemantaunya juga tidak ribet ditaruh di dalam kabin,” jelas Boyke, Sales & Marketing Manager PT Izigo Pratama yang menjadi distributor Blaupunkt di Indonesia. Biar enggak penasaran, OTOMOTIF mencoba memasangnya di mobil tester dengan keadaan keempat ban terlihat normal. Yuk, simak cara pemasangan dan pemakaiannya. • (otomotifnet.com)





Lepas dulu keempat tutup pentil ban standar, kemudian pasangkan karet yang berbentuk seperti kun. Fungsinya agar sensor pengukur tekanan anginnya tidak kemasukkan debu




Masukkan mur yang tersedia diikuti dengan sensor yang sesuai dengan posisi bannya. Contoh untuk yang bertuliskan F.L. ditempatkan di depan kiri. Gunakan kunci yang disediakan, putar mur ke arah luar, sehingga sensor terkunci dan tidak dapat dibuka sembarangan




Ketika kunci diputar ke ACC On, monitor TPMS akan menyala, tapi belum menunjukkan tekanan angin ban sebenarnya. Mobil perlu dijalankan hingga kecepatan minimal 20 kpj, baru angkanya jadi akurat. Bila komputer mendeteksi terdapat tekanan angin di bawah normal, maka muncul bunyi peringatan ‘bipbipbip’ sebanyak 5 kali




Setelah keempat sensor terpasang sempurna, tinggal mencolok modul pemantau tekanan ke colokkan lighter atau power outlet. Uniknya, monitor pemantau ini bisa dibuka sehingga menyisakan 1 lubang USB. Bisa sambil charge smartphone