All About Hyundai Grand Avega, Problem dan Solusi (2)

Otomotifnet - Jumat, 19 Juni 2015 | 09:04 WIB

(Otomotifnet - )


Jakarta
- Ada 9 pabrikan di Tanah Air yang memproduksi mobil jenis hatchback.
 
Pabrikan dari Korea ada 2 dan salah satunya adalah Hyundai dengan Grand Avega.
 
Memang enggak setenar yang dirakit pabrikan Jepang (Honda Jazz dan Toyota Yaris) atau bahkan dengan saudara senegara (All New Kia Rio) yang penjualannya lebih laris.

Data Gaikindo per Desember 2014, jualan Jazz 22.329 unit, Yaris 17.744 unit dan Rio 3.586, sedangkan Grand Avega 572 unit.
 
Namun bagi konsumen di Tanah Air, ada nilai tersendiri yang mereka lihat buat Grand Avega.
 
“Desainnya cukup menarik dengan kabin dan bagasi yang terbilang lega,” kata Titin Indriawati, pengguna Grand Avega keluaran 2013 yang tinggal di Depok, Jabar.

Apa yang dibilang itu memang enggak salah, apalagi soal desain. Dari sisi itu, terlihat bahwa mirip dengan tampang mobil Eropa dan terkesan mahal.
 
Oh iya soal harga baru, calon konsumen diberikan 3 pilihan. Dari yang tipe GL NE M/T Rp 202 juta, GL NE A/T Rp 216 juta dan SG NE A/T Rp 228,5 juta.

Itu kalau mau beli yang baru.
 
Nah tertarik dengan varian seken, harganya untuk yang keluaran 2011, banderol versi A/T dimulai dari Rp 125 juta dan kalau yang M/T harganya lebih murah Rp 15 juta.
 
Kalau di OTOMOTIF, pemilih Grand Avega itu masuk dalam kategori GenBrani alias generasi berani. • (otomotifnet.com)



PROBLEM DAN SOLUSI

Tak ada gading yang tak retak. begitu juga Grand Avega. Penampilannya memang ciamik, namun tetap ada beberapa cerita untuk memaksimalkan performanya, terutama pada versi lansiran awal.
 
“Problem yang biasa terjadi adalah mesin yang knocking meskipun bahan bakar yang digunakan sudah oktan tinggi.

Hyundai Avega

Lalu transmisi otomatisnya yang terkadang suka terasa menyentak,” papar Taufik Hidayat, founder sekaligus Ketua Umum Grand Avega Community alias Gravity.
 
Untuk masalah tersebut, ia menyarankan untuk segera meng-update ECU di bengkel resmi Hyundai terdekat.
 
Kemudian suspensi bagian belakang juga dikeluhkan terlalu mudah mengayun.

“Kebetulan Hyundai memiliki sokbreker belakang opsional untuk Grand Avega dengan karakter yang lebih stiff alias lebih keras. Bisa dapatkan barangnya serta melakukan penggantian part tersebut di bengkel resmi,” lanjut Taufik lagi.
 
Kemudian steering rack dari Grand Avega yang dikeluhkan suka bunyi.
 
“Masalah tersebut bisa diatasi dengan mengganti karet yoke steer yang juga bisa didapat di bengkel resmi Hyundai,” sebut pria berkacamata ini.

Dan yang terakhir, masalah ditemukan dari sisi performa.
 
“Ya, tarikan bawahnya terasa lemas. Kalau ini kami atasi sendiri dengan mengganti busi dengan tipe iridium, serta mengganti filter udara dengan replacement versi aftermarket,” terang pria yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter ini. •