F1 : Lotus Targetkan Kejar Williams

Dimas Pradopo - Jumat, 12 Desember 2014 | 15:56 WIB

(Dimas Pradopo - )


Inggris – Setelah memutuskan ganti mesin di kompetisi 2015, tim Lotus menargetkan fight dengan tim Williams. Ketika di GP Rusia, Oktober lalu, tim bermarkas di Enstone, Inggris ini memutuskan mengakhiri kerja samanya dengan Renault dan beralih ke Mercedes.
   
Lotus mengikuti jejak tim Williams yang mulai 2014 menggunakan dapur pacu Mercedes. Bersama Mercedes, performa Williams ikut terdongkrak. Menduduki urutan 9 klasemen konstruktor 2013, musim ini berhasil menembus posisi 3 di bawah tim Mercedes dan Red Bull. Prestasi terbaik Williams dalam 11 tahun terakhir.
   
Direktur teknik tim Lotus, Nick Chester yakin langkah ini juga dapat mengubah nasib timnya. Di musim ini Lotus menempati posisi 8 dengan point 10. Jelas sebuah penurunan drastis dibanding dua kompetisi sebelumnya, pada 2012 dan 2013 Lotus berada di tempat ke-4 klasemen kejuaraan konstruktor.
   
“Saya pikir kami bisa membuat langkah besar,” katanya pada Autosport. Ia menyadari berapa pentingnya peranan mesin, ia juga tahu masalah aerodinamika yang dihadapi timnya dan akan memperbaiki dua hal ini.
   
“Williams telah melakukan pekerjaan yang bagus. Jika mereka memiliki perkembangan yang baik selama test musim dingin, akan sulit mengejar mereka. Tetapi kami akan coba mengejar Williams,” ujar Chester.
   
Ia menungkap, paket mesin Renault yang dipakai di mobil E22 memang beda dengan Mercedes. Terutama lay-out sistem pendingin.
Mercedes memisahkan bagian turbo. Turbo itu ada kompresor dan turbin, biasanya jadi satu di bagian belakang seperti pada mesin lain (Renault dan Ferrari). Nah Mercedes memisahkan antara turbin dan kompresor. Itu salah satu keunggulan Mercedes, selain faktor aerodinamika, karena mesin jadi lebih efisien.

Lotus telah kehilangan beberapa tokoh kunci dalam 18 terakhir. Salah satunya bos tim, Eric Boullier yang pindah ke McLaren pada Januari 2014. Tetapi Chester yakin Lotus masih memiliki teknisi berbakat untuk pulih dari kesulitan di musim 2014.
    
“Kami punya banyak orang bagus di Enstone. Kami kehilangan beberapa orang di akhir 2013, tetapi masih punya banyak orang yang kuat yang tahu bagaimana membuat mobil yang bagus. Saya pikir kami bisa bangkit kembali tahun depan,” tukas Chester.
   
Menarik menunggu kembalinya Lotus yang berniat menghadapi tim Williams. Pasalnya, kubu Williams pun bertekad memenangkan kejuaraan dunia konstruktor, seperti ditegaskan pembalap, Rubens Barrichello. (otomotifnet.com)