Senang Menatap Masa Depan di Balap Formula E

Dimas Pradopo - Sabtu, 27 Desember 2014 | 09:26 WIB

(Dimas Pradopo - )


Dekat dengan orang seperti Graemme Davidson seperti sedang menatap masa depan. Graeme Davidson. Mengubah bagaimana balapan berinteraksi dengan penggemarnya.

Malaysia - Liputan balap Formula E, OTOMOTIF di Malaysia sebulan yang lalu (21-22/11) semakin kaya informasi berkat undangan dari Qualcomm Incorporated. Yakni perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang inovasi teknologi komunikasi. Menariknya, bukan hanya menjelaskan bagaimana keterlibatan mereka di balap Formula E melainkan juga bagaimana mereka memandang masa depan transportasi jalan raya.

Graemme Davidson merupakan Vice President of Technology Qualcomm Europe, Inc., yang mendukung inovasi grup Qualcomm di Eropa dan kini banyak membantu di bidang motorsport. Beberapa informasi yang ia presentasikan menyadarkan betapa masa depan transportasi darat adalah �electric and wireless�.

UBAH KEBIASAAN

Menurut Graeme, Qualcomm berusaha mengubah persepsi dunia mengenai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Misinya meningkatkan adopsi EV dan melakukan transformasi terhadap lingkungan. Itu sebabnya, Formula E punya penampilan mobil yang bagus dan menarik. �Kami ingin mengubah bagaimana balapan berinteraksi dengan para penggemar,� ucapnya.

Intinya, kalau sudah mengenal mobil listrik dari perspektif yang baik, maka orang akan tertarik untuk memilikinya. �Formula E mengajak penggemar muda ke dalam pemahaman, kenapa saya harus membeli mobil bermesin motor bakar (combustion engine) yang menghasilkan polusi?� terangnya.

Pengenalan mobil listrik ke publik. Agar terbiasa tanpa polusi


Lewat Formula E, Qualcomm ingin adanya integrasi teknologi yang memungkinkan dari beberapa unsur. Salah satunya Health & Fitness Tracking. �Saat Nick Heidfeld terbalik (di Cina), dalam 30 detik dokter sudah tahu ia fit dan bisa keluar dari mobil,� ujar Graeme memberi contoh.

Unsur lainnya Wireless & Wifi Connectivity. Menurutnya, di Eropa, mobil berinteraksi dengan lingkungan. Sementara di Amerika, mobil berinteraksi dengan mobil lain.

Saat ini Wireless charging baru digunakan di safety dan medical car

Sementara �wireless(plug in). �Apakah saat pulang ke rumah orang selalu ingat untuk mengecas mobil? Sebaiknya, orang pulang ke rumah tanpa perlu ngecas dengan cara plug in. Mimpi besar saya, ada perubahan kebiasaan. Orang enggak perlu mengecas semalaman tapi bisa mengecas sedikit-sedikit, tapi sering dan bisa di mana-mana,� ujarnya seraya menyebut dengan cara membuat ground base pad (tempat mengisi listrik tanpa kabel) di banyak tempat. �(otomotifnet.com)