Balap Formula E Siap Berubah Demi Fans Muda

Dimas Pradopo - Sabtu, 27 Desember 2014 | 15:20 WIB

(Dimas Pradopo - )


Malaysia - Sudah sebulan yang lalu (21-22/11), namun tetap menjadi akhir pekan yang sulit dilupakan. Karena inilah kesempatan berharga melihat langsung perjalanan sejarah balap dunia dari jarak yang sangat, sangat dekat. Berkat akses dari Qualcomm, Official Founding & Technology partner Formula E, OTOMOTIF dapat menyimak balap mobil listrik yang memasuki ronde 2 untuk musim lomba 2014/2015.

Persisnya di jalan Persiaran Perdana, kawasan pemerintahan Malaysia di Putrajaya. Malaysia sangat siap menjadi tuan rumah event internasional. Sebuah bangunan knock down panjang menjadi sentra balap ini.

Di dalamnya terdapat banyak ruang dengan aneka fungsi. Mulai garasi tim-tim peserta, ruang official, pers dan VIP.Hari ini berisi press conference oleh CEO Formula E, Alejandro Agag dan beberapa pembalap. Yakni Antonio Felix da Costa, Karun Chandok, Lucas di Grasi, Michela Cerruti, Nicolas Prost dan Nick Heidfeld.

Para pembalap melayani tanda tangan untuk penonton


Menariknya, usai konferensi pers pembalap dari seluruh tim berkumpul di sebuah tempat di luar bangunan tadi untuk memberi kesempatan tanya jawab kepada para jurnalis.Dalam kesempatan ini OTOMOTIF berbincang-bincang dengan Nelson Piquet dan Lucas di Grasi. Keduanya mantan pembalap F1 yang kini turun di Formula E.

Namun tak nampak Charles Pic, pembalap tim Andretti Formula E. Bukan apa-apa OTOMOTIF mencarinya. Ia satu-satunya pembalap dengan pengalaman lengkap. Ia pernah merasakan mesin F1 V10. Kini, ia menjadi pembalap formula elektrik dan di saat sama menjadi test driver tim Lotus F1 di mana musim ini F1 memakai mesin V6 turbo.

Namun seperti sudah dibriefing, para pembalap ini kompak mengedepankan teknologi dan keramahan lingkungan. Mereka, seperti Alejandro Agag, menolak membandingkan Formula E dengan F1. Meski begitu, dalam press conference-nya Alejandro tetap menjelaskan perbedaan kedua balapan. Memang, konsep balap ini berbeda dengan Formula 1.

"Kami membuat Formula E untuk fans muda. Contoh, di sepakbola Anda tidak bisa membuat pemain Anda mencetak gol. Tapi di sini bisa membuat pembalap lebih cepat dengan fanboost," ucapnya. Menurutnya, generasi muda kini sangat berbeda. Mereka menyukai sport entertainment dan menikmatinya via peranti mobile yang interaktif.

Alejandra Agag. Ingin anak-anak jadi fans Formula E

"Dan opini saya, kami siap berubah demi anak-anak. Kami ingin anak-anak menjadi fans dari Formula E. Ketika mereka dewasa, membeli mobil, mereka membeli mobil elektrik," lanjutnya. Penjelasan ini mungkin biasa. Namun seminggu sebelum event ini, bos F1, Bernie Ecclestone justru memberi statement sebaliknya, F1 enggak butuh generasi muda.

"Saya enggak tertarik dengan Tweeting, Facebook dan apapun. Saya berusaha mencari tahu dan dalam beberapa hal saya terlalu kuno. Saya enggak lihat ada nilai apapun di dalamnya dan saya enggak tahu apa yang dimaksud generasi muda itu saat ini. Apa itu?" ucapnya seperti dikutip Autosport.com.

Tak heran, Alejandro tak merespons banyak hal ini. "Kami menghargai dan tidak memberi komen tentang kompetisi maupun komersial balap lain. F1 dan Formula Elektrik beda. F1 punya fans sangat banyak dan punya sejarah yang tidak dimiliki balap lain," terangnya.

"Formula E hanya diselenggarakan di tengah kota untuk membawanya lebih dekat dengan penonton. Teknologinya berbeda. Kami fully electric. Mempromosikan mobilitas yang bersih. Kami membuat mereka melihat pada teknologi. Lalu membantu banyak kepada industri. Kami melombakan teknologi," paparnya. (otomotifnet.com)