Honda GL100, Bimota Buitenzorg

billy - Kamis, 12 Januari 2012 | 18:19 WIB

Honda GL100, Bimota Buitenzorg (billy - )

Honda GL100, Bimota Buitenzorg
Honda GL100 disulap jadi Bimota Tesi Sconosciuto. Karena asalnya dari Bogor, disebut jadi Bimota Buitenzorg. Sebab kota Bogor dijuluki Buitenzorg oleh penjajah Belanda.

Bimota Buitenzorg hasil garapan Han’s Custom (HC) dari Jl. Baru Villa Duta Ciheuleut, Bogor. Jauh dari kesan rumah modifikasi berkelas. Hanya bengkel modif pinggir jalan dengan alat bantu secukupnya. Tapi, karyanya ini bisa dikasih jempol.

“Dari GL100 yang sudah dirantai di pohon besar. Kondisinya benar-benar sudah bangkai, tapi rangka dan mesinnya enggak masalah,” kata Reno Ardiansyah alias Momo, pencetus ide Sconosciuto untuk GL100.
Honda GL100, Bimota Buitenzorg
Hanif ‘Han’s’ Baitullah, builder muda berbakat dari HC, menyambut ide Momo. Han’s paling pertama memikirkan bagaimana motor yang sudah dirombak jadi Sconosciuto tetap easy riding.

“Setelah selesai dibikin dipakai ke Bandung. Malam tahun baru dibawa ke Puncak. Sial, ketika parkir di Puncak Pas, buntutnya ditabrak motor lain. Kamera di buntut lepas,” kata Han’s yang berumur 24 tahun itu.
 
Han’s mulai mendesain bodi cover seperti Sconosciuto. Dia menentukan mesti dibuat berapa bagian supaya rangka tetap enggak diubah. Bodi aslinya Sconosciuto terbilang rumit. Bagian atas dan bawah seperti jadi satu. “Akhirnya set bodi didapat. Cuma dua bagian. Depan-atas dan bawah,” beber Han’s.

Cover bodi yang digarap Han’s terbilang punya finishing lumayan. Setiap lekukan di kanan-kiri seimbang. Bahkan, pertemuan antar cover bodi alias nat diusahakan rapat dan rapi.
Honda GL100, Bimota Buitenzorg
Malah, bodi bukanlah golongan yang tebal karena dempul. Kebayang kalau bodinya kebanyakan dempul, wah berat deh tuh motor. Seandainya berat jadinya braket kurang kuat menahan bodi. Lama-kelamaan bisa ketarik dan nat antar sambungan renggang. Jelek, kan jadinya.

“Diusahakan supaya braket tambahan enggak banyak. Hitungannya sih pegangan bodi enggak lebih dari delapan. Tiga kanan-kiri dan dua untuk pegangan di depan,” ulas Han’s yang murah senyum.

Kalau pun dicari kekurangannya, Sconosciuto yang dibangun HC ada minusnya. Tapi, apa yang dilakukan HC patut diapresiasi. HC mewakili karya anak bangsa dengan keterbatasan. Masih banyak rumah modifikasi lain yang karyanya juga bisa dibanggakan.

Enggak kalah dibanding mobil Asemka yang lagi naik daun itu. Mobil dirakit di Solo itu diminati para pejabat. Mudah-mudahan terus berlanjut. Bahkan sampai memproduksi motor nasional.
Honda GL100, Bimota Buitenzorg
PELAT LENGAN AYUN
Swing arm Sconosciuto bukan kondom alias lengan ayun bawaan GL100 yang dibungkus. Tapi, pelat dan besi kotak yang dirancang dan dibuat baru persis seperti moge.

Nah, ini yang enggak dicontek Han’s. Sconosciuto yang asli desainnya dibikin Michal Pyteraf dari Polandia mengaplikasi lengan ayun tunggal.

Memang, kalau lihat Sconosciuto yang asli sih butuh alat bantu tambahan untuk membuatnya. Artinya, HC akan kesulitan. “Dibuat simpel saja. Supaya gampang dibawa jalan,” ungkap Han’s.

Lengan ayun dibikin dari pipa kota. Setelah pipa kotak dilas, pelat dengan ketebalan 3 mm dijadikan pembungkus. Pelat berfungsi seperti kondom. “Pilihan pelat 3 mm supaya enggak berat dan gampang ditekuk,” tutup Momo yang juga membantu mendesain lengan ayun.

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Pirelli 120/70-17
Ban belakang: Pirelli 180/55-17
Pelek depan: Erossi 2,5x17
Pelek belakang: Erossi 4,25x17
Sokbreker depan: Aftermarket
HC Custom : 085711-840-485