Honda C-70 1977, Klasik Elegan

billy - Selasa, 22 Maret 2011 | 09:30 WIB

(billy - )


Honda
C70 ini oleh pemiliknya ingin dijadikan karya sempurna. Konsep yang diusung adalah mengembalikan komponen standar tapi dengan sedikit sentuhan berbeda.

Untuk mewujudkan itu semua, tentunya butuh sedikit perjuangan dan juga sedikit kesabaran ekstra. "Karena harus mengumpulan part bodi original. Trus setelah semuanya komplet, barulah dicari ide untuk membuatnya kembali tampil elegan, tidak hanya sebatas komplet seperti asli dulu," kata KRAT Toto Tri Mulyarto S.Ip, si empunya bebek legendaris ini.

Dalam frame Mas Kanjeng, sapaan akrabnya, elegan dimaksud tadi cukup dengan memainkan warna yang dirasa sudah pas. "Pilihan saya adalah merah dan gold, kelir emas seperti itu kan akan membuat terlihat mahal dan mewah," tambahnya.


Beberapa komponen di bebek yang juga disebut pispot ini pertama yang dilakukan adalah krom. "Khususnya di komponen yang logam, dikrom seperti biasanya," tambah pria 35 tahun ini.

Setelah semuanya mengilap akibat lapisan verneckel tadi, barulah kemudian diberi efek gold. Trik ini sebenarnya gampang tapi mungkin masih banyak yang belum paham. Padahal tidak terlalu bikin repot juga. "Kita hanya menggunakan cat jenis candy saja," kata Mas Kanjeng lagi.

Tapi, ada juga komponen yang dikrom namun dibiarkan tidak kena sentuhan cat. Akhirnya efek emas mengilap tadi karena cat candy tone yang sudah menyatu dengan material yang sebelumnya sudah dikrom. "Simple dan murah," tambahnya sambil menyebutkan bahwa cat yang digunakan adalah merek DuPont.

Sebagai warga Solo dan masih berdarah biru, beliau juga menjunjung tinggi seni budaya lokal. Hal itu bisa dilihat dengan pengerjaan airbrush di beberapa bagian bodi. Tidak perlu menyeluruh karena itu malah akan menghilangkan kesan bodi standar yang sudah dengan susah payah diwujudkannya tadi.

Enggak mau aneh-aneh, karyawan di instansi pemerintahan setempat ini lebih suka memilih motif batik. "Motifnya juga khas Solo, jadi semakin menegaskan bahwa motor ini memang bisa menjadi kebanggan tersendiri buat masyarakat Solo," tambahnya dengan logat Jowo kental. (motorplus-online.com)