Sekolah & Kursus Mekanik, Pilih Yang Mengerti Kita

billy - Kamis, 19 Juli 2012 | 13:55 WIB

(billy - )


Aksi coret-coret baju saat kelulusan sekolah, sudah dilewati. Masa liburan sedang dijalani. Tapi, brader jangan terlena. Sembari berlibur, ada baiknya mulai merancang masa depan. Mau  melanjutkan kemana setelah lulus sekolah.

Masih bingung? Bagi yang lulusan SMP, akan kemana? Apakah melanjutkan ke SMA ataukah SMK. MOTOR Plus telah mensurvey beberapa sekolah. Bahkan ada sebuah SMK  di Karang Anyar, Jawa Tengah yang membuka jurusan khusus teknologi injeksi.

Bagi yang lulus SMA atau SMK, ada beberapa pilihan kursus mekanik yang bisa dijadikan perbandingan. Mulai kursus mekanik non pabrikan seperti Hartomo Mechanical Training Center (HMTC) yang cabangnya sudah tersebar luas. Atau Institut Mechanic Motor Indonesia (IMMI), Kursus Manual Tech milik Ibnu Sambodho, atau Pusaka Motor di Jogja dan banyak lagi.

Kursus ini berani memberikan garansi sampai bisa. “Kalau masih merasa belum bisa, bisa terus belajar sampai bisa,” jelas Farid, Survey & Set-Up Manager PT Techno Motor Indonesia, yang mendesain Mr. Montir. Atau tertarik ke Kursus milik ATPM motor. Seperti Yamaha Engineering School (YES), Suzuki dan Honda.

Untuk sekolah gratis selain kursus yang disediakan pabrikan, pemerintah melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah juga menyediakan program beasiswa. Seperti yang diterapkan pada Balai Latihan Kerja (BLK). Bahkan tersedia di tiap provinsi. Mereka melatih teknik otomotif dasar.

BLK bahkan menampung dan menyalurkan tenaga kerja siap pakai langsung ke beberapa perusahaan baik dalam negeri maupun luar negeri. “Fungsi PPKD untuk menampung masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan agar mendapatkan nilai plus guna menunjang skill yang harus dimiliki,” bilang H. Anwir Ismail, SE. MM. Kepala PPKD Jakarta Barat.

Kurikulum Kursus Mekanik, Menuju Siswa Siap Pakai

Agar siswa didik berhasil saat wisuda, sebelum menentukan pilihan kursus mekanik tentu saja harus memperhatikan materi pelajaran yang diberikan. Kurikulum pelajaran ini menjadi dasar bagi pengajar untuk mentransfer pengetahuannya. Sehingga, nantinya setelah selesai, siswa didik menjadi mekanik yang paripurna alias siap pakai. Dasar apa sajakah kurikulum yang harus didapatkan oleh siswa didik? Berikut ringkasan silabusnya!.

1.KELISTRIKAN

Di sesi ini, siswa akan mempelajari komponen pendukung rangkaian sistem kelistrikan. Semua kursus menawarkan kelistrikan untuk menjelaskan definisi sistem kelistrikan. Kemudian menjelaskan fungsi sistem kelistrikan, serta menyebutkan bagian sistem kelistrikan.

Tujuan dari pelajaran di teknik kelistrikan ini, siswa mampu melakukan trouble shooting dengan menggunakan alat bantu seperti multi-tester atau AVO Meter. Di bagian ini, mekanik gape akan mampu menentukan kabel sesuai peruntukkannya alias urut kabel.

2. SUSPENSI DAN SASIS

Dalam kurikulum bagian suspensi akan mempelajari mengenai kumpulan komponen yang berfungsi meredam kejutan. Di materi ini nantinya akan membahas mengenai roda dan sistem kemudi. Termasuk juga sistem pengereman. “Tujuan dari pengajaran ini nantinya siswa akan mampu memberikan perawatan juga perbaikan di bagian suspensi termasuk juga sistem pengereman,” sebut Farid, Survey and Set-Up Manager, PT Techno Motor Indonesia, perusahaan franchise Mr. Montir.

Bahkan, di beberapa kursus mekanik ada bagian ini ada yang lebih advanced. Yakni mempelajari sistem suspensi, roda dan sasis untuk mereka yang suka modif motornya.

3. MESIN

Dalam beberapa tahun ke depan ini, pertumbuhan motor injeksi dipastikan akan makin banyak. Pemberian materi atau kurikulum mesin terkait dengan injeksi dan mesin berpenggerak otomatis alias continous variable transmision (CVT) harus jadi salah satu pedoman siswa dalam menentukan tempat kursus.

“Teknik dasar mesin bakar, sistem bahan bakar, sistem pelumasan harus masuk dalam materi ini,” jelas Farid. Di dalam materi ini, mekanik harus bisa melakukan perawatan dan perbaikan mesin. Seperti misalnya setel klep dan turun mesin.

4. KARAKTER

Selain kompetensi teknis, yang paling paling penting adalah soal mind-set bagaimana setelah lulus kursus. Willy Dreeskandar seorang usahawan bengkel dan franchise memahami bagaimana membangun karakter mekanik.

“Karena yang dihadapi bukan cuma mesin. Mereka nantinya harus bertemu dengan customer. Pengetahuan mengenai character building, service excelent dan basic mentality harus diberikan. Kurikulum ini yang nantinya akan siswa mampu bertahan terhadap kondisi lapangan setelah lulus,” jelasnya.

Farid, Survey and Set-Up Manager, PT Techno Motor Indonesia, perusahaan franchise Mr. Montir mengatakan manajemen bengkel juga salah satu materi pelajaran yang harus diberikan. “Sehingga basic enterpreneur siswa sudah diasah sejak awal. Mereka nantinya bisa memlilih, apakah akan menjadi mekanik atau membuat usaha sendiri,” jelasnya. (motorplus-online.com)