Bahaya Serangga, Menyerang Saat Riding!

Dimas Pradopo - Senin, 9 April 2012 | 08:02 WIB

(Dimas Pradopo - )

Serangan biasa muncul menjelang malam


Serangan
serangga Tomcat di wilayah Jawa Timur terus menghebohkan. Korban yang terkena serangga dengan badan berwarna agak kemerahan akan merasakan panas luar biasa jika cairan di tubuhnya yang memiliki racun menyentuh kulit.

Bicara bahaya serangga, pemilik motor yang kesehariannya memang rutin berkendara juga rawan kena serangan binatang tanpa tulang belakang ini. Saat di jalan tentunya nggak cuma Tomcat yang jadi  penganggu.

Sedikitnya ada beberapa serangga seperti belalang, ulat bulu, laron atau kunang-kunang. Jika brother riding sore hari di areal persawahan misalnya, waspada pada serangga kecil yang  tidak sengaja menerjang mata.

“Makanya kita wajib waspada saat riding sore hari di areal persawahan atau perkebunan. Dianjurkan pakai helm full-face yang tertutup total,” jelas Kurniadi, biker Bandung yang tinggal tidak jauh dari areal persawahan.

Bahaya kelilipan serangga kecil bukan cuma mengenai mata. “Konsentrasi berkendara bisa jadi hilang karena rasa sakit akibat kemasukan serangga itu,” sebut Kurniadi lagi.

Mata sebenarnya dilindungi oleh kelopak mata yang dapat menutup dengan sangat cepat juga dengan refleks mengedip. Saking cepatnya, reflek kedipan mata itu sehingga sesuatu yang cepat terjadi diistilahkan sebagai sekejap.

Benda asing seperti serangga kecil yang akan memasuki mata akan menyentuh bulu mata terlebih dahulu sehingga terjadi stimulus untuk segera berkedip. “Walaupun sudah dilengkapi dengan kelopak mata dan punya refleks berkedip yang sangat cepat, benda asing kadang-kala masih sempat masuk ke dalam mata,” tutur dr. Asrim, Ahli Epidemiology yang mempelajari pola kesehatan dan pengaruhnya terhadap populasi.

Jangan dikucek

Karena benda itu sangat kecil dan mata dalam keadaan terbuka lebar atau mungkin kita sedang berkendara dan tidak memakai kacamata sehingga kecepatan benda kecil di sekitar mata dapat mengecoh reflek kedipan mata kita.

“Selain refleks berkedip, mata juga mempunyai refleks mengeluarkan air mata agar mata segera dapat dibersihkan dari benda asing yang masuk ke permukaan bola mata. Mengeluarkan benda asing dari mata yang kelilipan,” jelas dokter lulusan Unhas, Makassar ini

Jika yang masuk mata serangga, maka mudah saja dikeluarkan. Yaitu, dengan menggunakan kapas bersih yang sudutnya sedikit disesuaikan bisa menarik serangga yang masuk ke dalam mata. Serangga biasanya akan terbawa oleh air mata ke sudut bawah pada kelopak mata bagian bawah atau ke sudut luar dari bola mata.

“Ujung kapas digerakkan dengan cara halus dan berhati-hati melakukan gerakan menghapus ke arah benda yang akan dikeluarkan itu,” tambah Novianto, pengendara yang juga pernah kelilipan serangga.

Bisa juga dengan membilas bola mata dengan air bersih. Walaupun benda asingnya bisa dikeluarkan tapi masih akan terasa tidak enak dan air mata tetap saja mengalir. “Kita harus bersabar dan jangan mengucek-ngucek mata.  Karena akan menyebabkan mata mengalami iritasi ringan dan memerah,” bilang Novianto.

Lebih afdal jika berkendara pakai helm bervisor. Ini akan jauh lebih aman dari seragan serangga. (motorplus-online.com)