Klub dan Komunitas Terbukti Mampu Ramaikan Balap!

billy - Minggu, 18 Maret 2012 | 09:59 WIB

(billy - )


 Balap klasik makin banyak penggemar
Di Indonesia sirkuit sebesar apapun tetap butuh peran komunitas untuk keberlangsungan. Komunitas merupakan kalangan hobi dengan jumlah yang massif. Berbeda dengan kalangan pembalap yang sangat terbatas. Sehingga selesai balapan resmi yang memang agendanya sudah dijadwal, sirkuit kembali melompong.

Lihat sendiri bagaimana megah nya sirkuit Skyland, di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan atau sirkuit Manna di Bengkulu. Setelah jadwal balap usai, kondisinya kembali hening.

Karenanya, sebagian pengelola sirkuit memanfaatkan ramainya komunitas motor untuk menyemarakkan sirkuit mereka. Paling dekat Sirkuit Sentul, Bogor. Beberapa komunitas motor seperti dari Kawasaki Ninja, Honda CBR menyewa sirkuit ini untuk kegiatan fun race mereka.

“Dalam setahun paling tidak tiga kali mengadakan fun race. Balapan ini bukan untuk kompetisi. Lebih kepada senang-senang saja sambil menantang adrenalin,” kata Iwan Laupan, Ketua Ninja 250R Community.

Bahkan, belum lama ini komunitas yang menamakan diri Vespa Balap Indonesia (VBI) menggelar event di sirkuit gokart atau yang lebih dikenal Sentul kecil. Untuk memeriahkan gelaran balapan ini, anggota komunitas motor klasik juga diundang. “Kita berharap balapan ini jadi wadah penggemar Vespa dan juga motor antik,” kata Cahyo, Ketua Harian VBI.
 
BIMC belajar dari pengalaman bikin balap
Masih di wilayah Jawa Barat. Sirkuit di Gery Mang, Subang yang rencananya bakal rampung awal 2013 nanti, sudah menggelar beberapa kali balapan daerah Jabar dan nasional.

Untuk menghidupkan sirkuit, mulai tahun ini sirkuit Subang akan membuka diri untuk komunitas bikin kegiatan di Gery Mang. “Nanti teman-teman Bikers Brotherhood akan bikin acara besar di sini. Lewat komunitas sirkuit bisa lebih hidup. Jadi, sirkuit bukan cuma untuk balapan,” ujar Momo Siswanto dari Subang Otomotif Club, pengelola lintasan Gery Mang.

Beragam gelaran bisa dilakukan. Tidak sekadar event yang beraura balap semata. “Kelas exhibition buat motor klasik akan lebih dimanjakan. Tidak untuk kebut-kebutan hanya sebatas memeriahkan. Atau kumpul komunitas,” jelas Cahyo lagi.

Di Medan, pihak Pengprov IMI Sumatera Utara juga sudah memanfaatkan jaringan komunitas untuk menggairahkan sirkuit yang baru diluncurkan 2011 lalu. Yakni Sirkuit Multifungsi Pancing IMI Sumut.

H. Syabra Buana, Kasie Roda Dua Pengprov IMI Sumut bilang anggota komunitas motor yang jumlahnya banyak bisa menjadi organize commite (OC). Tahun lalu misalnya, Brotherhood Independent Medan Community (BIMC) mengadakan balap motor di sirkuit itu. Walaupun masih terlihat punya kekurangan, namun ini jadi pengalaman berharga buat sebuah komunitas dalam menyelenggarakan event berskala besar. (motorplus-online.com)