Modif Mazda RX-8, 2003 Teman Kencan Saat Senang

billy - Jumat, 15 Juli 2011 | 11:03 WIB

(billy - )

 

JAKARTA - Kalau sudah suntuk bekerja, suasana hati mesti segera dibikin happy. Seperti dilakoni Christ Yoggi Saputra, pembesut Mazda RX-8 asal kota Yogyakarta ini, yang ingin selalu ceria dalam segala suasana.

Menurut Christ, mobil kesayangannya ini diibaratkan sebagai teman kencan untuk melepas kepenatan. Enggak heran jika Mazda RX-8 ini jarang terlihat mondar-mandir di jalanan kota gudeg, lantaran hanya dipakai jika suasana hati sedang senang.

Proses memermak tampilan eksterior termasuk interior, dilakoninya juga sesuai suasana hati. Sedikit demi sedikit, wiraswasta muda ini pun mempercantik tampang sporti besutannya itu agar terlihat selalu oke.

"Modal inspirasi sendiri, saya coba menuangkan ide untuk memodifikasi bergaya street racing, tapi harus tetap terlihat simpel," ungkap lajang 25 tahun ini.

 Mesin masih dibiarkan standar lantaran peruntukannya sekadar untuk harian
Dibantu bengkel rekanan, Auto 66 Custom, tampang standar RX-8 lansiran 2003 ini pun diupgrade dengan bermodal full body kit versi custom. Semua panel dibikin pakai material fiber, serta desainnya tetap mengacu pada lekuk tubuh bawaan sedan sport itu.

Seperti bemper depan yang dibikin menyatu spoiler, dengan lubang gril yang diposisikan sejajar air induct di sisi kanan-kiri. Seluruh lubang sirkulasi udara di bagian depan, ditutup pakai kawat ram berlubang rapat. Untuk memberi kesan lebih agresif, bagian bawah ditambahkan dua lekukan horisontal yang terlihat tegas di moncong mobil.

Pada bodi samping juga ditambah side skirt yang posisinya sejajar bibir spoiler depan. Sementara buritan diimbangi spoiler yang dibikin menyatu bemper belakang, dibubuhi coakan lebar pada ujung kanan-kiri yang juga difungsikan sebagai tempat keluarnya moncong muffler.

Kesan sporti juga lebih ditonjolkan di bagian bonnet, dengan mengganti kap mesin standar pakai panel karbon produk Ings versi orisinal Jepang. Ubahan paling ekstrem diterapkan pada sektor kaki-kaki, lewat pemasangan suspensi udara. 

 Posisi paling rebah ke tanah sebatas untuk hiburan saat sedang kongkow bareng teman
"Bagian suspensi standar sedikit dicustom supaya dapat mengadopsi sistem air suspension pada keempat rodanya. Supaya tidak mudah bermasalah, saya pakai universal air suspension USA," jelas Christ.

Penempatan tabung udara berikut dua kompresor untuk sistem air suspension, seluruhnya dibenamkan di bagasi belakang. Untuk menghindari kerusakan, tabung berikut kompresor pemompa udara, diletakkan dalam boks terpisah yang dibikin dari kayu MDF, dan dilapis bahan kulit sintetis sewarna dengan interior.

Beralih ke interior. Hampir seluruh panel kabin dilapis ulang menggunakan material kulit sintetis. Seperti jok, doortrim, boks di kabin belakang termasuk setir, dibalut bahan MBtech kelir oranye-hitam. Paduan warna ini dianggap sangat membantu mengembalikan suasana hati, lantaran punya nuansa yang lebih hidup namun tetap terasa jantan kala sedang berkendara.

 Tambahan aksen full body kit memperhitungkan aspek pemakaian buat jalanan perkotaan
Ubahan pada interior tidak dibikin terlampau ekstrem, sekadar mencopot bangku belakang supaya bisa dibikin boks untuk penempatan komponen audio. Selebihya, pengerjaan yang dipercayakan pada gerai Almo di Yogyakarta, Jateng itu, dengan menambahkan detil rombakan pada laci dasbor.

"Karena komponen pendukungnya cukup banyak, peletakkannya juga mesti diperhitungkan agar tetap terlihat rapi. Dudukan indikator tekanan psi untuk sistem air suspension-nya, termasuk panel head unit tambahan, dibikin menyatu di bagian laci dasbor," beber Christ.   (mobil.otomotifnet.com)