JAKARTA - Siapa yang punya panggilan yayang buat besutan andalan? Hayo ngaku.. tenang Anda tidak sendiri, kok. Salah satu staf redaksi ada yang memanggil mobilnya Iis hanya karena pelat nomornya bisa dibaca demikian. Atau juga sebutan seperti ‘Si Manis’, ‘Si Bohay’, ‘Si Gagah’, dan beragam sebutan lainnya.
Kendaraan memang sudah menjadi teman atau bahkan sahabat di sela-sela kesibukan harian kita. Sehingga banyak yang merasa terikat secara emosional dengan tunggangan kesayangan.
Toh, sebenarnya mobil merupakan benda mekanis dengan berbagai sistem dan kecanggihan yang ditanamkan di dalamnya. Sehingga perlu berbagai trik khusus buat menyelami dan memeriksa kondisi aktualnya.
Pemeriksaan pun bisa dilakukan mulai hanya mengandalkan feeling sampai dengan prosedur yang sangat teknis. Nah, alat-alat berikut ini merupakan beberapa peranti pengetes suatu sistem di kendaraan. Misalnya alat pengetes kondisi kaki-kaki untuk menentukan komponen suspensi yang mulai apkir.
Ada juga peranti pengetes lampu kendaraan supaya arah sinarnya benar dan tidak silau. Atau alat khusus yang bisa mendeteksi kebocoran freon. Juga ada alat yang digunakan buat melihat kondisi minyak rem. Bagaimana cara kerja dan kegunaannya? Kebet terus sampai habis!
Joint Play Tester
Tak bisa dipungkiri, sistem kaki-kaki sangat menentukan kemampuan handling dan manuver saat kecepatan rendah, sedang dan tinggi. Kondisi kaki-kaki yang tidak ideal kerap berakibat fatal. Mulai dari ball joint putus atau suspensi amblas karena support atas sokbreker pecah.
Hindari kondisi ini dengan melakukan tindakan preventif. Lakukan pengetesan dengan alat khusus agar terpantau kondisi kaki-kaki yang sebenarnya. Berlabel Febi Bilstein, alat ringkas yang tinggal pasang di bawah roda ini dinilai sangat efektif dan efisien mendiagnosa kerusakan pada kaki-kaki mobil.
“Saking praktis, mobil tidak perlu naik hydraluic lift sehingga pengecekan bisa cepat dan mudah,” ujar Zachary dari Alfa Omega selaku distributor Febi Bilstein Joint Play Tester ini.
Bahkan tak perlu alat tambahan seperti angin bertekanan, fluida atau sumber listrik. “Cukup gunakan tangan kosong untuk menggerakan tuas yang tersedia dan dalam sekejap bisa terdeteksi bila ada kelainan pada kaki-kaki,” ujar Zachary lagi.
Malah dengan meletakkan alat ini persis di bawah roda, akan memberi diagnosa yang mendekati 95% real karena beban mobil dengan akurat akan menentukan setiap kerusakan mulai dari ball joint, tie-rod end, support atas sokbreker hingga laher roda.
Beda dengan melakukan pengecekan lewat hydraulic lift yang membuat keempat roda tanpa beban, akan lebih sulit menentukan tingkat kerusakan. Ditambah dengan metode pengetesan yang masih manual alias roda digerakkan oleh tangan kosong.
Alat buatan Jerman yang dibanderol Rp 17 juta/paket ini, sudah waktunya mempercepat pekerjaan mekanik dalam menentukan kerusakan pada bagian kaki-kaki. Selain dibanderol garansi resmi, alat yang mampu menahan beban mobil hingga 3,5 ton ini terbuat dari material dan konstruksi kokoh.
“Baik pemasangan ke roda dan bongkar alat dari roda tak sampai 15 menit,” ungkap Mely dari bengkel BAW di bilangan Kebon Jeruk, Jakbar yang sudah mencoba alat ini. (mobil.otomotifnet.com)
Alfa Omega 021-3446382
Kendaraan memang sudah menjadi teman atau bahkan sahabat di sela-sela kesibukan harian kita. Sehingga banyak yang merasa terikat secara emosional dengan tunggangan kesayangan.
Toh, sebenarnya mobil merupakan benda mekanis dengan berbagai sistem dan kecanggihan yang ditanamkan di dalamnya. Sehingga perlu berbagai trik khusus buat menyelami dan memeriksa kondisi aktualnya.
Pemeriksaan pun bisa dilakukan mulai hanya mengandalkan feeling sampai dengan prosedur yang sangat teknis. Nah, alat-alat berikut ini merupakan beberapa peranti pengetes suatu sistem di kendaraan. Misalnya alat pengetes kondisi kaki-kaki untuk menentukan komponen suspensi yang mulai apkir.
Ada juga peranti pengetes lampu kendaraan supaya arah sinarnya benar dan tidak silau. Atau alat khusus yang bisa mendeteksi kebocoran freon. Juga ada alat yang digunakan buat melihat kondisi minyak rem. Bagaimana cara kerja dan kegunaannya? Kebet terus sampai habis!
Tak bisa dipungkiri, sistem kaki-kaki sangat menentukan kemampuan handling dan manuver saat kecepatan rendah, sedang dan tinggi. Kondisi kaki-kaki yang tidak ideal kerap berakibat fatal. Mulai dari ball joint putus atau suspensi amblas karena support atas sokbreker pecah.
Hindari kondisi ini dengan melakukan tindakan preventif. Lakukan pengetesan dengan alat khusus agar terpantau kondisi kaki-kaki yang sebenarnya. Berlabel Febi Bilstein, alat ringkas yang tinggal pasang di bawah roda ini dinilai sangat efektif dan efisien mendiagnosa kerusakan pada kaki-kaki mobil.
“Saking praktis, mobil tidak perlu naik hydraluic lift sehingga pengecekan bisa cepat dan mudah,” ujar Zachary dari Alfa Omega selaku distributor Febi Bilstein Joint Play Tester ini.
Bahkan tak perlu alat tambahan seperti angin bertekanan, fluida atau sumber listrik. “Cukup gunakan tangan kosong untuk menggerakan tuas yang tersedia dan dalam sekejap bisa terdeteksi bila ada kelainan pada kaki-kaki,” ujar Zachary lagi.
Malah dengan meletakkan alat ini persis di bawah roda, akan memberi diagnosa yang mendekati 95% real karena beban mobil dengan akurat akan menentukan setiap kerusakan mulai dari ball joint, tie-rod end, support atas sokbreker hingga laher roda.
Beda dengan melakukan pengecekan lewat hydraulic lift yang membuat keempat roda tanpa beban, akan lebih sulit menentukan tingkat kerusakan. Ditambah dengan metode pengetesan yang masih manual alias roda digerakkan oleh tangan kosong.
Alat buatan Jerman yang dibanderol Rp 17 juta/paket ini, sudah waktunya mempercepat pekerjaan mekanik dalam menentukan kerusakan pada bagian kaki-kaki. Selain dibanderol garansi resmi, alat yang mampu menahan beban mobil hingga 3,5 ton ini terbuat dari material dan konstruksi kokoh.
“Baik pemasangan ke roda dan bongkar alat dari roda tak sampai 15 menit,” ungkap Mely dari bengkel BAW di bilangan Kebon Jeruk, Jakbar yang sudah mencoba alat ini. (mobil.otomotifnet.com)
Alfa Omega 021-3446382