Baca Kode Sekring, Perlu Teliti Saat Beraksi

Iday - Rabu, 9 November 2011 | 15:05 WIB

Kode warna sekring berlaku universal lho! (Iday - )

 

 
Otomotifnet.com - Mengenal karakter mobil sudah pasti perlu pengetahuan khusus. Seperti halnya ketika berurusan dengan kelistrikan mobil. Ambil contoh ketika lampu kecil di ujung depan mati.
 
Ada dua hal yang perlu dicek. Selain lampu itu sendiri, juga perlu mengecek sekring.
 
Nah, perlu teliti ketika beraksi mencari biang kerok di seputar kotak sekring.
 
Karena hanya ada kode-kode khusus buat penentu sekringnya.
 
Bagaimana cara membacanya?
 
Ini sedikit trik yang dilakukan pada Toyota Avanza dan Nissan March.
 
(BACA JUGA: Waduh, Toyota Waswas Karena Produknya Di Ujung Tanduk)

DUA KOTAK
 
Rata-rata mobil masa kini memiliki lebih dari satu kotak sekring.
 
“Pada Avanza, satu ada di ruang mesin dan satu lagi di bawah setir,” ujar Iwan Abdurahman, trainer PT Toyota Astra Motor, Agen Pemegang Merek Toyota di Indonesia.

Pada kotak di ruang mesin, misalnya. Ada beberapa sekring yang bisa diperhatikan.
 
Misalnya sekring H-LP RH dan H LP LH buat head lamp kiri dan kanan.
 
(BACA JUGA: Sekeluarga Pakai Mobil LCGC, Alasannya Mulia Dan Patut Ditiru Nih)
 
Lihat juga sekring TAIL menggabungkan lampu-lampu kecil di belakang, lampu kecil depan, lampu pelat nomer. Jadi, kalau lampu kecil depan mati, cek juga sekring ini.

Sekring buat lampu-lampu pun ada yang diletakkan di bawah kemudi.
 
Misalnya buat lampu sein ada di sekring HAZARD. Ada juga sekring AC (A/C). Power window (POWER) lebih besar, juga buat central lock (D/L). 
 
Sedikit berbeda dengan Nissan March.
 
(BACA JUGA: Pemesan Xpander Silakan Manyun, Mitsubishi Masih Urus Pesanan 4 Bulan Lalu)
 
Ada dua kotak sekring, satu di kiri dasbor dan satu di ruang mesin, menyatu dengan IPDM-ER (Intelligent Power Distribution Module – Engine Room).
 
“Jangan terlalu banyak bermain sekring. Paling yang bisa diperiksa yang ada di kiri dasbor, berbatasan dengan pintu,” ujar Ari Hidayat, foreman bengkel resmi Nissan TB Simatupang.

Soalnya sekring tidak langsung berhubungan dengan komponen.
 
“Ada beberapa modul yang mengatur,” lanjutnya seraya menyebut Engine Control Module, Transmission Control Module, Body Control Module, IPDM-ER, EPS Control Module dan lainnya.
 
Kalau sembarang mencabut, bisa membuat modul masuk mode fail safe.
 
(BACA JUGA: Nyetir Sambil Kipas-Kipas Gepokan Duit, Orang Kaya Mah Bebas!)
 
Jadi, yang bisa dipegang hanya beberapa sekring saja di dasbor kiri. Misalnya sekring audio (MIRROR & AUDIO) atau POWER SOCKET.

Iwan menambahkan, sekring berguna memutus arus berlebih untuk mencegah korsleting di rangkaian kabel.
 
Jadi, kalau sudah ganti sekring dan lampu, masih putus lagi, segera hubungi bengkel terdekat. Tetap teliti, ya!