Waduh, Jarak 200 Meter Menuju Pasar Minggu Butuh 30 Menit, Nih!

Selasa, 25 Februari 2014 | 07:03 WIB



Jakarta -  Kondisi jalan di jalur lambat Pasar Minggu setali tiga uang dengan PS Tanah Abang. Lalu lintasnya macet parah disebabkan angkot dan minibus pada ngetem (mangkal) dan tidak masuk terminal. Meski ada petugas, oleh jajaran angkutan dianggap tidak ada. 

“Untuk menuju kantor Kecamatan PS Minggu kondisi macet sangat parah. Khususnya, untuk jalur sebelah kiri,” jelas Andri, warga Tanjung Barat, Jagakarsa, Jaksel. Akses menuju terminal bus PS Minggu, katanya yang hanya berjarak sekitar 200 meter harus ditempuh 30 menit.
 
Meski badan jalan sudah dikasih beton pembatas, potret kemacetan dan kesemrawutan tergambar setiap waktu akibat kebandelan sopir angkot dan minibus. Alhasil, seperti dibilang Andri, banyak calon penumpang turun di tengah jalan dan berjalan kaki untuk sampai ke perempatan Jl.Raya pasar Minggu. 

Sekalipun ada oknum petugas, mereka seperti menghalalkan angkutan berhenti di jalan yang arus lalu lintasnya padat. Petugas cuma melihat-lihat seolah-olah patroli dan tiga menegur pata sopir. Apalagi, kalau bukan menerima 'imbalan'.

“Selain ngetem sembarangn dan tindakan yang kurang tegas dari petugas, sebagian badan jalan atau pinggir jalan di sisi kiri hampir seluruhnya dipenuhi pedagang gelaran seperti sayuran dan kebutuhan warga lainnya,” ujar Ridwan warga Lenteng Agung, Jaksel. 

Yang jelas, lanjutnya dengan kesal, penataan kawasan tersebut seperti hanya selogan semata saja tanpa adanya tindakan nyata di lapangan. (Mobil.Otomotifnet.com)