Kejurnas RallyCross Tidak Lagi Hanya Kabar Burung

Editor - Senin, 31 Mei 2010 | 09:17 WIB

(Editor - )


OTOMOTIFNET - Rallycross (pengganti nama speed off-road) yang akan digelar tahun ini tak kunjung ada kepastian. Harris Gondokusumo, biro olahraga roda 4 (off track) PP IMI menjanjikan kalau tahun ini akan ada seri kejuaraan nasionalnya, paling sedikit 3 seri. Dua seri merupakan tanggungjawab Harris dan 1 lagi bikinan Puspita Off-road Team (PORT) di bawah kendali Moko Karsono.

Walau direncanakan akan digelar 3 seri, namun belum ada kepastian mengenai tanggal dan lokasi trek. "Untuk tanggal kita menunggu event Moko berjalan dulu, kalau trek, salah satunya kita pakai di daerah Cikeas. Satu lagi masih cari daerah yang siap menjadi penyelenggara," tutur Harris.

Baik Harris maupun Irawan Sucahyono, kadep olahraga PP IMI, yakin kalau seri tahun ini akan berjalan. "Tahap awal kita akan matangkan dengan pihak GT Radial (sponsor). Jadi nantinya diharapkan bisa one make tire. Selain itu mencari sponsor lainnya," tambah Irawan. Varian ban yang rencananya dipakai yakni Savero M/T.

Uniknya, Moko sebagai pentolan PORT justru tak setuju dengan konsep one make tire yang direncanakan. Menurutnya, banyak para peserta dari komunitas yang sudah memiliki ban dengan merek lain yang sudah cocok dengan gaya dan modifikasi mobil.

"Kasihan kalau diharuskan beli lagi. Berarti selain harus keluar uang juga harus beradaptasi lagi dengan ban baru yang dipakai," seru Moko.

Walau kemungkinan besar tidak one make tire nama event bikinan PORT yang rencana digelar (29/7-1/8) mendatang di kawasan Ubrug, Jatiluhur, tetap GT Radial Savero Off-road Championship 2010.

"Nantinya akan ada hadiah lebih bagi para pengguna ban GT Radial. Bahkan kemungkinan besar hadiahnya akan lebih besar dibanding juara umum," ucap Moko.

Pada garapan PORT akan ada beberapa cabang yang dibuka. Di antaranya rallycross, SODA dan cross country. Rallycross masuk dalam hitungan kejurnas IMI, sedang SODA (Short-course Off-road Drivers Association) lebih menganut ke sistem yang dipakai oleh IOF.


Penulis/Foto: Toncil / Toncil