Tips Aman Nyalip, Diatas 60 km/jam Sediakan Jarak 10 Meter

billy - Kamis, 12 Mei 2011 | 12:39 WIB

(billy - )


 Perhatikan kendaraan di depan dan dibelakang.
Mendahului kendaraan lain merupakan hal yang biasa dan sering kita lakukan. “Menyalip di jalan harus memperhatikan beberapa hal. Apalagi ketika pergi jauh seperti turing,” pesan Made Surya, instruktur Safety Riding dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Tactics menyalip sering dipraktikan oleh brother. Dari sana bisa diambil beberapa intisari, “Hal-hal apa saja yang harus dan yang boleh serta tidak boleh dilakukan ketika hendak mendahului kendaraan lain,” bilang Made Surya yang berperawakan tinggi besar ini.

Memastikan kondisi jalan di depan serta kondisi lalu lintas di belakang dan juga jalur yang akan dilalui. “Mengecek tidak ada lawan. Untuk itu, kurangi dulu kecepatan untuk memastikan kondisi aman,” sebut Made Surya lagi.

Yakinkan juga kondisi di sisi kanan kendaraan. Lakukan dengan menengok ke samping. “Tidak hanya mengandalkan kaca spion. Sebab, ada wilayah yang nggak dicover oleh spion. Ada blind spot,” sebut Made Surya lagi.

Untuk lajur yang terpisah, bisa melakukan manuver dan akselerasi motor dengan halus saat mendahului. “Gak usah terburu-buru menyusul kalau dalam kondisi seperti ini,” tambah Toni Purnama, kepala instruktur safety riding Wahana Makmur Sejati.

Saat menyalip di atas kecepatan 60 km/jam, jarak antara motor dengan kendaraan yang hendak Anda salip sebaiknya minimal 10 meter. “Ini untuk antisipasi masih bisa melakukan pengereman mendadak,” yakin Toni.

Khusus peturing, pastikan kondisi pada jalur bebas dari rintangan. Misalkan pandangan tidak terhalang oleh asap tebal kendaraan atau bus yang hendak disalip. “Bebaskan pandangan ke depan, jangan sampai terhalang,” tambah Made Surya.

Pastikan juga untuk memberi tanda lampu sein kiri. “Bunyikan juga klakson dan atau lampu jauh untuk kasih kode kepada kendaraan atau mobil yang hendak disalip,” bilang Toni.

Jangan pernah menyalip kendaraan panjang seperti truk gandeng secara berturut-turut dalam kecepatan rendah, karena akselerasi kendaraan Anda pasti jauh lebih cepat dan kondisi jalur belum dapat dipastikan dalam kondisi aman.

Dalam rangka menjaga akselerasi motor, bisa dengan cara memasukkan persneling rendah untuk menyalip kendaraan. “Tapi itu semua tergantung kondisi jalan juga. Jika memungkinkan menyalip aman dalam kondisi persneling tinggi dan kecepatan tinggi, silakan dilakukan. Untuk menentukan keputusan ini memang harus dalam hitungan sepersekian detik,” tegas Toni yang berkantor di kawasan Jl. Gunung Sahari, Jakarta Pusat. (motorplus-online.com)