Tren Devil Eyes, Tatapan Lebih Garang dan Ekspresif

billy - Jumat, 28 Oktober 2011 | 16:02 WIB

(billy - )

 
JAKARTA - Mata adalah jendela jiwa, pancarannya menyiratkan karakter seseorang. Begitu pula di mata atau lampu mobil dan motor. Bentuk atau pancaran cahayanya sangat mempengaruhi kesan atau karakter kendaraan. Pengin tampilan beda, berkesan garang atau galak? Gampang, aplikasi saja Devil Eyes di mobil atau motor Anda.

Cincin Oranye
Devil Eyes sebenarnya pengembangan tren upgrade lampu depan yang berkembang lebih dulu, Angel Eyes. Kalau angel eyes mempercantik lampu depan dengan lingkaran putih bercahaya, devil eyes lebih berwarna. “Ringnya oranye dan bagian tengahnya menyala, warna merah,” kata Willy Tedja, pehobi modifikasi dari Mazda2 Unity (M2U), komunitas yang lagi terjangkiti demam devil eyes ini.

Komunitas Mazda2 mengadopsi tren ini dari gaya dandanan Demio Sport di Jepang. “Lampu aksesorinya sudah projector, cuma kalau di Jepang pakai 3 ring dengan 2 lampu. Kita adopsi 1 ring 1 lampu, karena kalau persis kayak di Jepang, jatuhnya sangat mahal,” papar Sekjen M2U sambil menyebut angka Rp 8 juta untuk tiap lampu pada devil eyes gaya Jepang. Model 1 ring dan 1 lampu, merupakan modifikasi gaya Thailand dan Taiwan. Gaya tapi lebih ekonomis. 

Tak hanya di mobil, tren ini juga bisa diaplikasi di motor. Kalau angel eyes berkesan cantik, devil eyes membuat kendaraan lebih garang dan galak. Lampu motor atau mobil jadi seperti mata setan karena dominasi cahaya oranye dan merah.

“Tren ini sebenarnya belum lama, makanya masih ada juga yang lebih memilih angel eyes karena belum tahu devil eyes,”ujar Wisnu Prabowo dari Lampu LED Motor (LLM). “Kalau performa lampu, terangnya sama. Tapi kesannya jadi lebih galak,” lanjut Ridzal Mohammad anggota M2U yang mendandani Mazda2 abu-abunya dengan ‘mata setan’ tersebut. 

Aplikasi devil eyes bisa dilakukan dengan 2 cara. Cara pertama, plug and play. Seluruh bagian lampu berikut batoknya diganti dengan lampu devil eyes. “Gampang banget, tapi jatuhnya lebih mahal, sampai Rp 3 jutaan,” bilang Willy.

Cara yang lebih bersahabat dengan kantong, retro fit. Memanfaatkan rumah lampu yang asli, dimodifikasi reflektornya dengan projector tambahan. “Bisa dalam bentuk ring yang melingkari projector atau bisa juga dari dalam projectornya sendiri,” kata Wisnu. Jika dari dalam projector, maka menggunakan lampu LED berwarna merah. Jadinya lensa proyector akan terlihat warna merah.

Untuk mengerjakan metode retro fit ini perlu waktu sekitar 5 jam. Lampu dijual 1 set berikut lampu HID 6000 Kelvin, masih cukup aman dan terang saat hujan. Biayanya lebih murah, sekitar Rp 2 jutaan. Tapi, pastikan memilih bengkel yang benar-benar terampil membongkar dan memasang lampu. “Mesti buka sil lampu. Kalau bengkelnya kurang jago, waktu nutup kembali kurang rapat, bisa jadi bocor. Waktu kehujanan jadi berembun,” terang Willy.

Ada satu lagi kekurangannya, pada motor sinar merah devil eyes menghilang jika lampu utama diaktifkan. “Begitu juga waktu siang hari, enggak akan kelihatan devil eyes-nya,”ungkap Wisnu yang mangkal di daerah Kelapa Dua, Depok tersebut. Ya namanya juga setan, pasti nongolnya malam dong.  (mobil.otomotifnet.com)