Kontroversi Penanganan Tim Medis dan Marshall Sirkuit

billy - Rabu, 26 Oktober 2011 | 18:56 WIB

(billy - )


Dalam 10 tahun terakhir, kematian pembalap MotoGP terhitung mulai dari Daijiro Kato di MotoGP Jepang 2003, Shoya Tomizawa di Moto2 Misano, Italia 2010 hingga Marco Simoncelli di MotoGP Malaysia (23/10) pekan lalu, masih jadi pertanyaan besar. Bukan hanya pada sistem pengamanan pada pembalap, tapi terutama pada penanganan tim medis dan marshall usai terjadinya insiden kecelakaan tersebut.

Khusus penanganan marshall sirkuit pada Marco Simoncelli, terlihat ada kelalaian dari petugas lintasan. Tandu yang mengangkat tubuh Simoncelli sempat terjatuh bersama jatuhnya tubuh Simoncelli. Marshall lintasan bekerja dengan tergesa-gesa, membuat proses evakuasi korban jadi kurang tepat. Insiden penyelamatan inilah yang sempat menjadi perhatian dan cemoohan penonton di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Tapi Dato' Mokhzani Mahathir, sebagai chairman Sepang International Circuit (SIC) menjelaskan penanganan staf lintasan dan staf medis sudah sesuai prosedur.

“Staf Sepang International Circuit sudah bertindak sesuai dengan prosedur evakuasi korban jika terjadi insiden balap seperti pekan lalu. Tentunya kami bekerja dengan standar keselamatan yang tinggi, dan kami akan selalu memastikan prosedur ini berlaku pada setiap ajang balap yang digelar di Sirkuir Sepang, Malaysia,” jelas Dato' Mokhzani Mahathir.

Dato' Mokhzani Mahathir juga menjelaskan ingin meningkatkan sisi pengamanan pembalap di sirkuit. Pihaknya akan terus melakukan berkonsultasi dengan FIM (Federasi balap motor dunia) serta Dorna Motorsport (promotor MotoGP) dalam meningkatkan kualitas pengamanan di sirkuit. Semoga tidak ada lagi penanganan yang terburu-buru namun berakibat fatal seperti di MotoGP Malaysia. (otosport.co.id)