All About Turbocharger (Bag.3), Perawatan dan Harga

Otomotifnet - Kamis, 1 Oktober 2015 | 14:04 WIB

(Otomotifnet - )

Perangkat yang tadinya hanya populer di mobil dengan performa tinggi, kini hadir pada kendaraan mainstream seperti Toyota Kijang Innova Diesel, Mitsubishi Pajero Sport Dakar dll

Jakarta - Meski tidak semua tahu cara kerjanya, namun siapapun yang mendengar kata ‘turbo’ pasti mengaitkannya dengan cepat. Tidak salah, nama-nama seperti Porsche 911 Turbo, Ferrari California T atau Mercedes-Benz S65 AMG Biturbo sudah tentu berarti mobil-mobil tersebut berperforma lebih baik dibanding versi standarnya.

Pertanyaannya, mengapa dan bagaimana? Makin banyaknya line-up roda 4 di Tanah Air yang menggunakan sistem forced induction ini berarti semakin menuntut para pengemudi untuk mengerti lebih dalam.

Perangkat yang tadinya hanya populer di mobil dengan performa tinggi, kini hadir pada kendaraan mainstream seperti Toyota Kijang Innova Diesel, Mitsubishi Pajero Sport Dakar dan Volkswagen Golf TSI. Ingin tahu lebih banyak soal turbo atau tertarik memasang perangkat ini? Yuk, simak ulasan OTOMOTIF. • (otomotifnet.com)



SERVIS TURBO


Ada hal mutlak yang harus diperhatikan agar umur pakai turbo bisa awet. “Ganti oli mesin harus dilakukan sesuai jadwal perawatan rutin. Selain itu jangan sampai jumlah oli mesin berkurang dan yang paling akhir adalah, pastikan pelumas tersebut bebas dari kotoran,” kata Muhammad S dari Surya Mas Teknik (SMT) Jl. K.H Taisir 88 Kemanggisan, Jakbar.

Pelumasan yang enggak maksimal, membuat umur pakai dalaman turbo cepat menurun. Biasanya part dalaman turbo yang kemungkinan mengalami kerusakan adalah kipas, as katrit, ring pelat dan bushing. Bila ingin melakukan servis turbo dan dipastikan enggak ada kerusakan, maka biaya yang dikenakan Rp 1,5 jutaan.

Ini biasanya juga dilakukan oleh konsumen setelah membeli turbo copotan, sebelum dipasangkan ke kendaraan. Kalau ternyata ada kerusakan, maka biaya servisnya dimulai dari harga Rp 2,5 juta. Bisa lebih karena tergantung dari apa dan seberapa parah kerusakan yang terjadi.

SMT menyediakan repair kit untuk turbo dan semuanya merupakan barang impor. Oleh karena pemakaian dan beberapa bagian aus, maka part baru enggak bisa langsung dipasang. Biasanya dilakukan penyesuaian terlebih dahulu, agar lebih presisi. Untuk penyesuaian tersebut, butuh alat khusus. •



SYARAT PASANG TURBO


Dengan kondisi mesin standar non turbo, apa bisa dipasang turbo? Kang Endang dengan tegas menjawab bisa. “Namun tentunya beberapa hal yang wajib dilakukan dan itu hasilnya bisa maksimal juga jangka panjang. Bila asal pasang saja, sudah pasti hasilnya engak maksimal dan umur pakainya pendek,’ lanjutnya.

Beberapa hal yang wajib dilakukan itu adalah dengan melakukan penggantian packing kepala silinder untuk pemakaian turbo. Secara fisik packing tersebut lebih tebal dari standar bawaan mesin. Lalu juga melakukan penggantian piston yang memiliki spesifikasi untuk kompresi rendah. Standar pabrik, piston yang digunakan sudah pasti high compression.

Tekanan tinggi yang masuk ke ruang bakar saat proses kerja turbo, membuatnya membutuhkan con rod atau setang piston yang kuat. Tak ketinggalan juga mengganti metal duduk dan jalan yang spesifikasinya untuk mesin turbo. “Plus dengan perangkat turbo dan pendukung lainnya, biayanya lebih kurang Rp 20 juta.

Dengan penggantian itu semua, tekanan maksimalnya juga hanya 1 bar,” jelas Kang Endang. Ada juga paket murah untuk pemasangan pada kendaraan bermesin standar, namun dipastikan maksimal tekanan turbonya di angka 0,7 bar. Caranya hanya dengan melakukan penggantian packing kepala silinder dan piston kompresi rendah •

KISARAN HARGA

Budget terbatas, namun ingin upgrade performa tunggangan dengan pasang turbo? Kondisi seperti ini, biasanya disiasati dengan menebus turbo copotan. “Ada beberapa pilihan turbo copotan, namun yang paling banyak dicari itu tipe CT12 berlabel Toyota,” ujar Arnas Syarif dari Vriva Motor di Jl. Raya Cinangka No.64 Sawangan, Depok.

Biasanya tipe yang disebutkan Arnas itu, untuk dipakaikan ke kendaraan yang memiliki kapasitas mesin kecil (sampai dengan 2.000 cc), atau juga bisa untuk yang baru ingin coba-coba pasang turbo di kendaraan hariannya. Untuk kapasitas mesin di atas itu, Arnas kasih saran untuk memilih CT20.

“Pilihan lainnya untuk mesin menengah atau 2.000 cc ke atas itu TD05 bawaan Mitsubishi Evolution,” kata Arnas. Enggak jarang, ada juga copotan turbo berlabel Garrett. Soal harga meski untuk kapasitas mesin yang sama, biasanya turbo copotan Garrett lebih mahal dari yang copotan langsung seperti CT12 ataupun CT20.

Mau tahu banderolnya? Lihat tabel ya. •

CT12    : Rp 1.5 juta
CT20    : Rp 2.5 juta
CT26    : Rp 5 juta
TD05    : Rp 4.5 juta
Garrett : Rp 3.5-4.5 juta