Pengenalan Pembalap Nismo dan Circuit Safari

Bagja - Senin, 30 November 2015 | 15:06 WIB

(Bagja - )

Fuji – Hari pertama (29/11) di sirkuit Fuji, salah satu acara menarik adalah Circuit Safari. Jadi, pengunjung sirkuit bisa mengelilingi trek sepanjang 4,5 km lebih ini naik bus. Serunya sirkuit tetap dibuka untuk sesi latihan dan track day. 

Antreannya ternyata panjang loh. Banyak juga pengunjung asli Jepang yang penasaran merasakan sensasi disusul mobil balap, sambil mendengarkan deruman knalpot. Soal kemanan tenang saja, bus hanya keliling selama 2 lap dengan kecepatan maksimal rasanya hanya 60 kpj. 

Nismo Festival keliling sirkuit Fuji Speedway menggunakan bus

OTOMOTIFNET memilih duduk di bangku paling belakang. Soalnya, selain dapat pandangan langsung ke samping, bisa juga lihat ke belakang, mobil apa yang bakal menyusul. 

Putaran pertama bus tetap di lajur paling kiri, di lap kedua bus pindah di jalur paling kanan. Jadi penonton di dalam bus enggak usah berebutan pindah kiri atau kanan hanya untuk foto-foto. 

Selesai Circuit Safari, rombongan jurnalis langsung diajak ketemu pembalap andalan Nismo. Wolfgang Reip dan Katsumasa Chiyo di kelas GT3 dengan Nissan GT-R GT3 model 2014.

Balap tetap berlangsung, jadi dari bus bisa melihat seliweran pembalap langsung

Andre Couto dan Ryuichiro Tomita di tim Gainer Tanax GT-R, di kelas Super GT300 dengan Nissan GT-R Nismo dan terakhir Tsugio Matsuda dan Ronnie Quintarelli di kelas paling bergengsi Super GT500 bersama tim Motul Autech GT-R, mengandalkan Nissan GT-R Nismo GT500 keluaran 2015. 

Serunya berbagi mobil yang sama, tentu komunikasi antar-pembalap beda negara jadi persoalan kalau enggak punya chemistry yang kuat. “Makanya, bahasa utamanya berasal dari engineer. Jadi kita pembalap tinggal adaptasi ke mobilnya,” terang Couto yang berasal dari Portugal saat harus tandem dengan Tomita yang asli Jepang.

Duduk dibelakang bus, bisa melihat ,mobil apa yang bakal menyusul

 
Di kelas Super GT500 pun sama-sama punya keasyikan sendiri. Quintarelli, pembalap yang berasal dari Italia ini harus berpasangan dengan Matsuda yang asli Jepang. Hanya saja, di kelas utama ini, kendala utamanya lebih dari banyaknya mobil yang ada di sirkuit. 

“Karena dilepas bersamaan dengan Super GT300, jadi di dalam trek banyak banget mobil. Makanya persaingan jadi ketat banget. Selain kita harus memikirkan posisi dengan pesaing terdekat, sekaligus harus nyari celah untuk menyusul pembalap kelas GT300,” jelas penggemar Nissan R390 ini. (Rio)