Panduan Ringan Bila Mobil Terendam Genangan Air

Otomotifnet - Sabtu, 19 Desember 2015 | 08:23 WIB

(Otomotifnet - )

Jakarta - Di setiap daerah pasti ada berbagai titik langganan terjadinya genangan air di musim hujan. Menjadi celaka bila Anda terpaksa menerjang genangan air yang tinggi atau justru kendaraan terjebak banjir ketika sedang diparkir. “Jangan coba-coba menghidupkan mesin karena air mungkin sudah memasuki ruang bakar dan dapat menyebabkan water hammer jika dinyalakan secara paksa,” jelas Jajang selaku pemilik dari Jajang Motor Sport di kawasan Pamulang, Tangsel.

Hal yang terbaik adalah segera membawa kendaraan menuju bengkel kepercayaan untuk dilakukan pembersihan bagian yang sempat terendam banjir. ”Lebih baik menggunakan jasa derek untuk mengangkut kendaraan dalam keadaan mesin mati sehingga potensi kerusakan lainnya bisa dihindari,” ujar Ayen dari ART Speed di Kedoya, Jakbar.

Bila sudah sampai bengkel, segera bersihkan mesin dan cek kondisi oli. Bila terlihat milky alias tercampur air, segera lakukan penggantian. “Oli yang tercampur air, daya lumasnya berkurang secara signifikan. Selain itu, berpotensi membuat jeroan mesin terkena karat,” ujar Sukandi Endah dari workshop OTOMOTIF Service Station (OSS) di Kebon Jeruk, Jakbar.

Untuk penggantian oli, usahakan menggunakan spesifikasi yang mendekati ajuran pabrikan. Semisal untuk Nissan March 1.2L atau Honda Brio Satya bisa tunjuk Pertamina Fastron Techno dengan spesifikasi 10W-40 yang memiliki harga jual sekitar Rp 77 ribu untuk kemasan 1 liter. Lalu untuk kendaraan diesel modern seperti Toyota Kijang Innova 2.5L atau Mitsubishi Pajero Sport 2.5 dapat memilih Pertamina Fastron Diesel 15W-40 yang dibanderol sekitar Rp 66 ribu per liternya. • (otomotifnet.com)