Perselingkuhan Pertama si Kuda Jingkrak

Bagja - Kamis, 11 Februari 2016 | 13:04 WIB

(Bagja - )

Maranello - Ferrari bersiap untuk membuat gebrakan baru di pameran Geneva MOtor Show 2016 mendatang, dengan menghadirkan Ferrari GTC4Lusso. Dari sosoknya, kita bisa melihat kalau ini adalah produk pertama hasil selingkuh si kuda jingkrak.

Ferrari kerap identik dengan supercar dua pintu, bahkan sudah berkali-kali menegaskan tidak akan membuat mobil berjenis lain, apalagi sebuah SUV. Namun dengan GTC4Lusso bisa menjadi pengecualian. Atau bisa dibilang, seperti inilah cara Ferrari selingkuh dengan segmen lain.

Ferrari GTC4Lusso, mobil empat tempat duduk yang mengedepankan evolusi besar-besaran pada konsep Grand Tourer dengan memadukan sistem kemudi ban belakang dengan penggerak empat roda untuk pertama kalinya.

Tampak belakang Ferrari GTC4Lusso

 
Mobil ini dirancang untuk mereka yang ingin merasakan nikmatnya mengemudi sebuah Ferrari ke mana pun, kapan pun, baik perjalanan dekat maupun jauh, jalanan gunung bersalju atau jalanan kota, sendiri maupun ditemani tiga penumpang yang beruntung. 

Nah, segmentasi Ferrari jadi meluas dengan hadirnya mobil ini. Tak lagi hanya cocok dikemudikan di sirkuit atau jalan bebas hambatan di akhir pekan. Tapi diklaim bisa diajak kemana saja, tak beda dengan SUV atau bahkan menjurus pada crossover.

Kokpit Ferrari GTC4Lusso

Ferrari GTC4Lusso merupakan mobil multi fungsi yang cocok untuk di berbagai kondisi jalan, berkat sistem penggerak empat roda 4RM Evo berpaten Ferrari yang terintegrasi dengan kemudi roda belakang untuk pertama kalinya. 

Sistem ini merupakan evolusi terbaru Slip Side Control (4.0), yang sekarang menggunakan diferensial elektronik (E-Diff) dan suspensi SCM-E. Semua kendali dinamika mobil canggih ini dengan mulus diintegrasikan oleh perangkat lunak milik Ferrari dan membuat pengemudi dengan mudah mengendalikan torsi hebat GTC4Lusso.

Ferrari GTC4Lusso menyuguhkan empat kursi di kabin

Mesin 12 silinder pada GTC4Lusso menghasilkan tenaga yang lembut dan konsisten, mencapai angka 690 dk pada 8.000 rpm. Baik weight-to-power ratio sebesar 2,6 kg/dk maupun rasio kompresi 13,5:1 telah memecahkan rekor untuk kategori ini. 

Torsi maksimum mencapai 697 Nm di 5.750 rpm, di mana 80%-nya sudah tersedia pada 1.750 rpm untuk tenaga yang responsif, cukup untuk melajukan dari diam sampai 100 kpj hanya dalam waktu 3,4 detik. Sementara kecepatan maksimalnya mencapai 333 kpj.